Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Ternyata…, Masih Ada Data Pemilih Orang Gila dan Orang Mati di Pilkada Serentak 2015

Ternyata…, Masih Ada Data Pemilih Orang Gila dan Orang Mati di Pilkada Serentak 2015

tajhjo kumolo 333

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015, hanya tinggal hitungan bulan. Berbagai persiapan telah dilakukan termasuk mendata para pemilih.

Ternyata, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengakui kalau masih ada data pemilih yang keliru seperti orang gila sampai orang yang sudah meninggal sehingga berpotensi disalahgunakan saat pemungutan suara.

Tjahjo mengungkapkan kalau pihaknya bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta kepala daerah akan berkoordinasi mengatasi masalah ini.

“Data pemilih di setiap kecamatan sudah kita serahkan kepada KPU, kemendagri, melalui Gubernur dan Walikota, KPU lewat KPUD melakukan validasi pengecekan. Memang masih ada, mohon maaf orang gila dimasukan, orang mati dimasukan,” ujar Tjahjo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9).

Ditambahkan olehnya, ia menargetkan persoalan ini bisa diselesaikan sebelum pemungutan suara pada 9 Desember mendatang. Menurutnya, masalah ini pada awal atau pertengahan November sudah bisa diatasi.

“Tidak banyak itu kan yang mulai disisir, yang hari H-nya, paling tidak pertengahan atau awal November sudah clean and clear, sudah baik,” jelasnya.

Tjahjo pun melanjutkan bila persoalan ini bisa diatasi maka pihak Kemendagri akan mengajak DPR terkait pelaksanaan e voting pada Pemilu 2019.

“Kalau ini berhasil baik pendataannya baik, kami akan mengajak DPR untuk mempertimbangkan 2019 sudah e-Voting, gitu saja. Ini kan masih 2017, kita manfaatkan situasi. Kita ingin mengecek,” ungkapnya.

Tjahjo berkeyakinan kalau KPU sebagai penyelenggara bisa sanggup mengantisipasi persoalan KTP ganda. Menurutnya, hingga sekarang baru 172 juta e-KTP yang tersebar. Namun, 8 juta di antaranya setelah dikroscek ternyata ganda.

“Baru 172 juta, selama saya menjadi menteri, mengupdate hampir 8 juta KTP ganda, sekarang sudah mulai dikurangi,” imbuhnya.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...