Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Ternyata SP PLN Dukung Rizal Ramli agar Jokowi Kaji Ulang Target Listrik 35.000 MW

Ternyata SP PLN Dukung Rizal Ramli agar Jokowi Kaji Ulang Target Listrik 35.000 MW

listrik

Kritik Rizal Ramli terjadap target Pemerintah yang akan mendirikan pusat energy listrik dengan kekuatan 35 ribu MW di Indonesia dalam empat tahun ke depan, cukup beralasan.  Banyak yang menganggap target itu terlalu berlebihan dan tidak masuk akal. Bahkan Serikat pekerja PLN juga mengakui itu. Mereka mendukung langkah Rizal yang meminta Jokowi mengevaluasi target tersebut.

Ketua DPP SP PLN, H. Adri menjelaskan, proyek raksasa tersebut berpotensi mempercepat proses privatisasi sektor ketenagalistrikan. Privatisasi menurutnya, memberi peluang munculnya dominasi investor asing dan swasta melalui Independent Power Producer (IPP).

Jika hal tersebut terjadi, lanjutnya, PLN sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) untuk mengkontrol Kedaulatan Energi di bidang sektor Ketenagalistrikan menjadi anak tiri. Karena itu, DPP SP PLN, sepakat dengan usulan Menko Perekonomian Rizal Ramli, untuk segera mengkaji realirasi Program Pembangkit Listrik 35.000 MW.

“Kami mendukung pernyata Pak Rizal Ramli untuk mengevaluasi proyek tersebut karena berpotensi mempercepat proses privatisasi sektor Ketenagalistrikan,” ujar H. Adri dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Rizal Ramli
Rizal Ramli

Sementara itu, Sekjen DPP PLN Eko Sumantri mengatakan, saat ini SP PLN tengah berusaha menghentikan berbagai upaya privatisasi listrik. Langkah yang sudah diambil diantaranya, tanggal 20 Agustus kemarin, DPP SP PLN mengajukan Permohonan Pengujian Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, dengan nomor registrasi tanda terima permohonan No.1489/PAN.MK/VIII/2015

Menurut Eko, alasan DPP SP PLN mengajukan judicial review karena pemberlakuan Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, memberi peluang terjadi privatisasi sektor ketenagalistrikan dan tenaga listrik menjadi komoditi untuk dapat diperjual-belikan antar pengusaha bahkan antar negara.

“Dampak dari Privatisasi sektor Ketenagalistrikan yakni PLN akan melakukan Regionalisasi seperti Perusahaan Listrik di Filiphina, sehingga antar Regional Perusahaan Listrik akan melakukan Kompetisi yang menciptakan perbedaan Tarif Tenaga Listrik (TTL),” tegasnya.

Eko melanjutkan, privatisasi dan regionalisasi menyebabkan tarif listrik akan menuju tarif keekonomian (naik berlipat-lipat) dan tidak terjamin pasokan listrik ke konsumen. “Privatisasi sektor ketenagalistrikan juga berpotensi terjadi rasionalisasi pegawai atau PHK pegawai PLN secara massal yang disebabkan oleh restrukturisasi (Regionalisasi PLN) karena Kebijakan Perseroan, sehingga pegawai PLN akan kehilangan pekerjaan dan kehidupan yang layak,” tegas Eko‎.

Dengan adanya dukungan SP PLN ini, terbukti sekali kalau kritik Rizal Ramli didasari argument yang kuat.  Hanya saja caranya yang sangat terbuka membuat Jokowi dan JK kepanasan dan sempat menegur Rizal dalam sidang cabinet beberapa hari lalu. – Triib/ant

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...