Home / Berita / Nasional / Ternyata, Wapres pun Pernah ditawari Wanita Cantik Lewat SMS

Ternyata, Wapres pun Pernah ditawari Wanita Cantik Lewat SMS

wapres

Dalam beberapa hari belakangan ini marak pemberitaan terbongkarnya bisnis prostitusi online dikalangan artis. Pekan lalu, kepolisian menangkap RA (32), seorang pria yang diduga berperan sebagai mucikari. Juga ditangkap (kemudian dilepaskan) seorang artis seksi berinisial AA sebagai wanita penghibur.

RA menawarkan dari kalangan artis dan model dengan tarif Rp 80 juta hingga Rp 200 juta. Dari praktik itu, RA mendapatkan keuntungan kurang lebih 30 persen dari tarif wanita yang disewa.

Hal ini menimbulkan keprihatinan dan komentar dari berbagai pihak. Salah satunya dari Wakil Presiden Jusuf Kalla

Menurut Kalla, dirinya mengaku pernah beberapa kali mendapatkan pesan singkat melalui ponsel yang menawarkan jasa wanita penghibur.

“Terus terang saya sering menerima gitu-gituan, dari nomor (sekian), mau berhubungan ini, ini, ini wanita cantik,” tutur Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Pesan penawaran jasa wanita penghibur yang masuk ke ponsel Kalla tersebut sejenis dengan penawaran lainnya, seperti tawaran kredit, uang, atau mobil.

Dirinya heran mengapa tawaran-tawaran sejenis itu bisa masuk ke ponselnya. “Nomor saya kan sudah 20 tahun (dipakai). Kita langsung delete saja,” ungkapnya.

Mengenai adanya pengakuan kalau pemakai jasa wanita penghibur dari pejabat dan pengusaha berkocek tebal, Wapres meminta tuduhan itu dibuktikan.

“Semua orang bisa masuk list (pengguna jasa prostitusi). Bagaimana membuktikannya? Anda bisa buktikan tidak?” kata Kalla.

Hal tersebut, sambungnya, dapat dikategorikan pencemaran nama baik. Kalau tertangkap basah bisalah.

Sementara terkait tarif tinggi yang ditawarkan, Kalla sangsi gaji pejabat negara cukup untuk membayar prostitusi yang sampai ratusan juta tersebut.

“Gaji pejabat negara kan kecil, masak bisa bayar Rp100 juta?” tutur Kalla

 

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...