Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Tertutup Sudah Peluang TKI ke Timur Tengah

Tertutup Sudah Peluang TKI ke Timur Tengah

tki

Bagi anda yang ingin bekerja secara informal atau menjadi pembantu rumah tangga di negara-negara kawasan Timur Tengah, bersiap-siaplah untuk gigit jari. Pasalnya Kementerian Tenaga Kerja akan menghentikan penempatan TKI di Timteng.

Ada sekitar 21 negara yang di stop pengiriman TKI, diantaranya Aljazair, Arab Saudi, Bahrain, Irak, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Mauritania, Mesir, Oman, Pakistan, Palestina, Qatar, Sudan Selatan, Suriah, Tunisia, UEA, Yaman dan Yordania.

Ada alasan kenapa pemerintah akhirnya menutup kran penempatan TKI ke Timteng.

Menurut Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri,”Penghentian disebabkan banyak pelanggaran terkait perdagangan manusia dan norma ketenagakerjaan. Penghentian ini tercantum dalam sebuah roadmap.”

Dengan adanya roadmap, sambung Hanif, penghentian TKI domestic worker itu seluruh pengiriman dan penempatan TKI PRT ke 21 negara Timteng adalah terlarang dan masuk kategori tindak pidana trafficking (perdagangan orang).

Menteri juga beralasan kalau perlindungan bagi TKI di 21 negara, dinilai masih sangat kurang. Kemudian juga budaya setempat yang mempersulit tindakan perlindungan TKI.

Adanya sistem ‘kafalah’ yang menyebabkan posisi tawar TKI lemah di hadapan majikan masih berlaku. Akibatnya banyak TKI yang tak bisa pulang meskipun kontrak kerjanya habis karena dilarang majikan.

Alasan lainnya, kata Hanif, standar gaji yang diberikan juga relatif rendah yakni berkisar Rp 2,7 juta sampai Rp 3 juta per bulan. Jumlah itu setara dengan UMP DKI yang Rp 2,7 juta/bulan dan lebih rendah dari UMSK Bekasi yang Rp 3,2 juta/bulan.

Dengan ditutupnya pintu kerja di Timteng, pemerintah tidak akan lepas tangan. Pemerintah, kata Hanif, akan terus meningkatkan peluang kerja di dalam negeri dan mendukung pemberian insentif pada industri padat karya, termasuk juga menyusun sistem pengupahan bagi pekerja.

Sekedar catatan, dari data Dirjen Penetapan Tenaga kerja Kemenaker, saat ini TKI yang menjadi pembantu rumah tangga di Timtengh jumlahnya mencapai 1,4 juta orang. Angka ini 46 persen dari jumlah keseluruhan TKI yang ada di Timteng.

Meski ditutup buat TKI, bukan berarti tenaga kerja yang lainnya tidak bisa. Menurut Hanif, pemerintah membuka jalan bagi para pekerja yang berbadan hukum atau profesi. Mereka yang punya keahlian dan jaminan payung hukum yang jelas, silahkan saja.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...