Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Tidak Mendapat Respon Positif dari Menteri Gobel, Susi Ancam Tidak Jalankan Program Jokowi

Tidak Mendapat Respon Positif dari Menteri Gobel, Susi Ancam Tidak Jalankan Program Jokowi

Menteri  Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Sejak beberapa pekan terakhir ini Menteri  Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti  terus menunjukkan ketidaksenangannya terhadap kebijakan  Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel yang memberi ruang bagi impor garam. Susi telah meminta agar kebijakan impor itu dikoreksi karena petani garam Indonesia bisa menghasilkan garam dalam jumlah lebih banyak. Namun Gobel menolak.

Sebagai imbasnya,  bos maskapai Susi Air ini mengancam tidak akan melaksanakan tugas yang sudah dicanangkan Presiden Joko Widodo mengenai pemberdayaan petani garam.

“Tahun ini kalau terus menerus seperti ini, saya juga tidak mau melaksanakan pemberdayaan petani garam, karena percuma nanti buang uang, petaninya tidak bisa untung karena harganya jatuh semua,” ujar Susi di kantornya, Jakarta, Selasa (11/8).

Menurut Susi, saat ini kuota impor garam yang diizinkan oleh Kemendag melebihi apa yang seharusnya dilakukan. Di mana jumlah kebutuhan garam industri hanya sebesar 1,1 juta ton per tahun, namun kenyataannya mencapai 2,2 juta ton per tahun.

Selain itu, Peraturan Menteri Perdagangan juga dinilai telah menyalahi aturan, karena masuknya garam impor tersebut jelang musim panen, sehingga menyebabkan harga garam petani anjlok.

Kalaupun saat ini petani garam lokal belum mampu memproduksi garam industri, Susi mengatakan bukan berarti pemerintah harus mematikan para petani garam dengan membuka kran impor melebihi ketentuan.

“Harusnya tidak boleh, kalau mau bantu petani garam. Kalau kami mau kasih mati harga petani garam, ya impor saja banyak-banyak,” tandas Susi kesal.

Sementara Rahmad Gobel  menegaskan bahwa garam yang diimpor  beda spesifikasi dengan garam yang diproduksi di dalam negeri yang  tidak bisa dimakan. Karuan, Susi merasa aneh dengan pernyataan Gobel itu. Sebab menurutnya semua jenis garam layak dikonsumsi.

“‎Garam industri sama garam rumahan dan aneka pangan itu semua bisa dimakan. Kalau ada yang bilang garam industri itu enggak bisa dimakan saya agak aneh. Karena semua garam bisa dimakan,” ungkap Susi.  Yang membedakan antara garam industri dan garam rumahan, kata Susi,  hanya pada kualitasnya. Garam industri memiliki kualitas yang bagus dan sangat bersih, dengan NHCI di atas 96 dan magnesium yang lebih rendah. ***

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...