Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Tidak Patuh, Izin 9 Maskapai Penerbangan Terancam Akan dicabut

Tidak Patuh, Izin 9 Maskapai Penerbangan Terancam Akan dicabut

maskapai penerbangan nasional akan dicabut

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memberi Batas ketentuan pelaporan regulasi kepemilikan akhir Juni 2015 atau tinggal 1 hari lagi kepada maskapai penerbangan tanah air. Bagi perusahaan yang belum memenuhi standar minimal maka terancam dicabut izin usaha penerbangan.

Kemenhub pun merilis 9 maskapai penerbangan berjadwal dan carter yang belum memenuhi standar minimum kepemilikan pesawat. Hal ini sesuai yang diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang penerbangan.

“Sampai saat ini ada sekitar 9 maskapai yang belum comply (patuh). Ini campur baik berjadwal dan tak berjadwal,” ujar Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kemenhub Muzaffar Ismail di Kemenhub, Jakarta.

Dari jumlah itu, Muzaffar menyebut angkutan udara tidak berjadwal alias penerbangan carter cukup mendominasi.

Seperti diketahui, syarat kepemilikan minimal yang diatur dalam UU adalah 5 pesawat dimiliki dan 5 pesawat berstatus sewa alias leasing untuk maskapai berjadwal, serta 1 pesawat dimiliki dan 2 pesawat berstatus sewa untuk maskapai carter.

“Yang tidak memenuhi, teman-teman maskapai kami undang,” ungkapnya.

Muzaffar menambahkan Kemenhub masih memberi kelonggaran hingga 1 Agustus 2015 agar maskapai tersebut mampu memenuhi batas minimum kepemilikan. Namun syarat dari toleransi adalah adanya rencana bisnis yang jelas.

“Makanya dikasih waktu sebulan supaya bisa terpenuhi. Satu bulan, tidak bisa memenuhi maka izin usaha akan dicabut. Peraturan Peraturan Menterinya-nya begitu,” jelasnya.

 

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...