Home / Bisnis / Bedah Bank / Tingkat NPF yang Tinggi, Laba Bank Muamalat Menurun Tajam

Tingkat NPF yang Tinggi, Laba Bank Muamalat Menurun Tajam

Aktual Post-Bank Muamalat merupakan bank yang pertama kali menerapkan sistem Syariah di Indonesia, pada kuartal I/2015 mengalami pertumbuhan laba yang negatif sebesar Rp 80,39 miliar atau 55,06 %, menjadi Rp 65,59 miliar, dibanding penerimaan laba kuartal I/2014 sebesar Rp 145,98 miliar.

Pertumbuhan laba yang negatif tersebut diantaranya disebabkan adanya kenaikan Beban Penyisihan Penghapusan Aktiva sebesar Rp 37,36 miliar dan menjadi Rp 82,52 miliar pada kuartal I/2015 dan kenaikan beban Administrasi dan Umum sebesar Rp 38,81 miliar menjadi Rp. 200,97 miliar.

Peningkatan beban penyisihan berkaitan dengan meningkatnya NPF (Non Performing Financing) fasilitas pembiayaan yang dikelola oleh Bank Muamalat. NPF gross pada kuartal I/2015 sebesar 6,34 %, mengalami peningkatan sebesar 4,23 %, dibanding posisi sama tahun 2014 sebesar 2,11 %. Demikian pula dengan NPF net pada kuartal I/2015 sebesar 4,73 % mengalami peningkatan 3,17 %, dibanding posisi sama 2014 sbesar 1,56 %.

Peningkatan NPF ini didominasi dari pemberian fasilitas Financing (Pembiayaan) dengan jumlah pembiayaan yang digolongkan NPF sebesar Rp 1,47 triliun.

Jumlah piutang Murabahah pada kuartal I/2015 sebesar Rp 26,25 triliun mengalami penurunan sebesar Rp 0,63 triliun atau 2,34 % dibanding posisi sama tahun 2014 sebesar Rp 26,88 triliun. Sedangkan fiancing (Pembiayaan) pada kuartal I/2015 sebesar Rp.21,78 triliun, mengalami peningkatan sebesar Rp 0,27 triliun, dibanding posisi kuartal I/2014 sebesar Rp 21,51 triliun.

Total Asset yang dimiliki oleh Bank syariah pertama di Indonesia sebesar Rp 56,06 triliun pada kaurtal I/2015, mengalami peningkatan sebesar Rp 1,27 triliun atau 2,31 % jika dibanding posisi sama tahun 2014 sebesar Rp 54,79 triliun.

Dana Pihak Ketiga yang berhasil dihimpun pada kuartal I/2015 sebesar Rp. 47,22 triliun mengalami peningkatan sebesar Rp. 2,67 triliun atau 5,99 % dibanding posisi sama tahun 2014 sebesar Rp 44,55 triliun.

NIM (Net Interest Margin) mengalami peningkatan sebesar 0,12 % menjadi 4,40 % di kuartal I/2015. Dilain pihak FDR (Financing to Deposit Ratio) mengalami penurunan sebesar 10,29 % menjadi 95,11 %. Sejalan dengan itu CAR (Captas Adequacy Ratio) mengalami penurunan sebesar 3,03 % menjadi 14,61 % di kuartal I/2015.

Bank Muamalat yang memiliki kantor pusat di Gedung Arthaloka Jl. Jendral Sudirman Jakarta, dipimpin oleh Bapak Endy PR Abdurrahman sebagai Direktur Utama berdiri sejak tahun 1991. Saham sebagian besar dimiliki oleh Islamic Development Bank sebesar Rp 32,74 % dan Boubyan Bank Kuwait sebesar 22 % adalah bank umum di Indonesia yang menerapkan prinsip Syariah Islam dalam menjalankan operasionalnya.

Peningkatan NPF gross yang sudah melebihi 5 %, perlu diwaspadai oleh pihak menejemen bank karena kalau tidak dikendalikan akan mempengaruhi tingkat kesehatan bank. Bagaimana Bank Muamalat menentukan langkah untuk perbaikan kualitas pembiayaannya, kita menunggu penjelasan dari pengurus bank dan perkembangan selanjutnya.

Tim Bedah Bank Aktual Post

Baca Juga

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...