Home / Berita / Regional / Tiongkok ditawari Proyek Jalan Tol Denpasar – Gilimanuk Senilai Rp 30 Triliun

Tiongkok ditawari Proyek Jalan Tol Denpasar – Gilimanuk Senilai Rp 30 Triliun

tol bali

Tiongkok nampaknya benar-benar negara maju yang patut diperhitungkan. Bukan hanya dari segi peralatan tempur yang canggih, tapi juga perekonomian serta dalam hal pendanaan. Makanya tidak salah bila banyak negara ataupun pihak meminta Tiongkok menanamkan investasinya.

Provinsi Bali, misalnya, telah menawarkan kerjasama kepada investor dari Tiongkok untuk pembangunan jalan tol Denpasar-Gilimanuk dengan nilai proyek Rp 30 triliun.

Jalan tol ini rencananya diatas laut, akan membentang sepanjang perairan selatan pulau Bali dari Denpasar menuju Gilimanuk.

Asisten II Pemprov Bali Ketut Wina, di Denpasar, Bali, menuturkan bahwa Pemrov berharap tol Denpasar-Gilimanuk segera terwujud dan semoga Tiongkok berminat dalam proyek ini.

“Nilainya bisa mencapai Rp 30 triliun itu. Kan tol Bali Mandala di Bali selatan hanya sekitar Rp 2 triliun,” ujarnya.

Seiring dengan membaiknya perekonomian Bali dimana berdasarkan Data resmi Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa perekonomian Bali Triwulan I 2015 tumbuh 6,20 persen lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 4,71 persen.

Makanya, Bali optimis dalam meningkatkan perekonomian salah satu caranya dengan membangun berbagai infrastruktur seperti jalan tol Denpasar-Gilimanuk.

Kita, lanjut Wina, mengharapkan dari Tiongkok karena pertumbuhan ekonomi Tiongkok luar biasa. Bali membutuhkan infrastuktur jalan untuk menghubungkan obyek wisata.

Selain tol Denpasar-Gilimanuk, Pemprov Bali pun berencana membangun jalan tol yang menghubungkan Bali selatan ke Bali utara, ke Bali timur maupun ke Bali barat. Ditambah wacana kereta api lingkar pulau juga diupayakan untuk segera diwujudkan sebagai penunjang fasilitas di sektor pariwisata.

Hingga saat ini, menurut pengakuan Wina, Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemerintah Tiongkok sudah dilakukan pertemuan sebanyak dua kali.

 

 

 

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...