Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Titiek Soeharto Bicara Blak-blakan Orang Yang Terima Beasiswa Yayasan Supersemar

Titiek Soeharto Bicara Blak-blakan Orang Yang Terima Beasiswa Yayasan Supersemar

medium_22untitled

Seperti diberitakan sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan atas permohonan kasasi yang diajukan Presiden RI, yang diwakili Jaksa Agung, atas tergugat I, yaitu mantan Presiden RI, HM Soeharto, dan tergugat II, yaitu Yayasan Supersemar. Namun, ada kesalahan ketik nominal terjadi dalam putusan itu terkait angka ganti rugi yang harus dibayarkan tergugat.

Setelah diperbaiki dalam pemeriksaan peninjauan kembali (PK), Yayasan Supersemar harus membayar 315 juta dollar Amerika Serikat dan Rp 139,2 miliar kepada negara. Apabila 1 dollar AS sama dengan Rp 13.500, maka uang yang dibayarkan mencapai Rp 4,25 triliun ditambah Rp 139,2 miliar atau semuanya menjadi Rp 4,389 triliun.

Terkait hal itu, putri mantan Presiden RI kedua almarhum HM Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto merasa terganggu ketika keluarganya dianggap menyelewengkan uang negara melalui Yayasan Supersemar.

Menurutnya, yayasan tersebut telah memberikan manfaat untuk peningkatan pendidikan di Indonesia.

Ditambahkan olehnya, selama Yayasan Supersemar berdiri, beasiswa telah diberikan kepada 2.007.500 siswa dan mahasiswa. Dimana sekitar 70 persen penerima beasiswa Supersemar adalah rektor universitas negeri.

“Mereka akan beri kesaksian betapa bermanfaatnya uang yang diberikan oleh Yayasan Supersemar itu. Banyak, yang menjadi menteri juga ada. Sekarang, Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara) penerima beasiswa Supersemar,” ungkap Titiek di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Ketika dipertegas, Titiek membenarkan bahwa Mensesneg itu adalah Pratikno.

“Iya, bekas Rektor (Universitas) Gadjah Mada. Pokoknya rektor-rektor, banyaklah, menteri-menteri. Saya enggak hapal. Kemudian (jadi) gubernur, wali kota,” imbuhnya.

Titiek menceritakan kalau Yayasan Supersemar didirikan oleh Presiden Soeharto pada 1974 untuk memberikan beasiswa pendidikan. Sumber dana yayasan tersebut adalah lima persen laba bank pemerintah dan sumbangan pihak swasta sesuai Peraturan Presiden Tahun 1976 yang diikuti dengan peraturan menteri keuangan saat itu. Perpres mengenai Yayasan Supersemar tersebut kemudian dicabut pada era reformasi.

Titiek menyebut kalau beasiswa Supersemar banyak diberikan kepada pelajar cerdas dari keluarga kurang mampu. Para penerima beasiswa tersebut kini tergabung dalam Keluarga Besar Penerima Beasiswa Supersemar (KBPBS).

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...