Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Titiek Soeharto Buka Suara : Yayasan Supersemar Itu Sudah Bangkrut dan Keluarga Kami Tidak Pakai Sepeserpun

Titiek Soeharto Buka Suara : Yayasan Supersemar Itu Sudah Bangkrut dan Keluarga Kami Tidak Pakai Sepeserpun

titiek-soeharto_663_382

Seperti ramai diberitakan, Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan atas permohonan kasasi yang diajukan Presiden RI, yang diwakili Jaksa Agung, atas tergugat I, yaitu mantan Presiden RI, HM Soeharto, dan tergugat II, yaitu Yayasan Supersemar. Namun, ada kesalahan ketik nominal terjadi dalam putusan itu terkait angka ganti rugi yang harus dibayarkan tergugat.

Setelah diperbaiki dalam pemeriksaan peninjauan kembali (PK), Yayasan Supersemar harus membayar 315 juta dollar Amerika Serikat dan Rp 139,2 miliar kepada negara. Apabila 1 dollar AS sama dengan Rp 13.500, maka uang yang dibayarkan mencapai Rp 4,25 triliun ditambah Rp 139,2 miliar atau semuanya menjadi Rp 4,389 triliun.

Terkait hal itu, putri mantan Presiden RI kedua almarhum HM Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menilai sulit bagi Yayasan Supersemar menjalani putusan Mahkamah Agung (MA).

Titiek mengungkapkan saat ini yayasan yang didirikan pada tahun 1970-an itu sudah bangkrut.

“Uang yayasan sudah habis, bangkrut,” jelas Titiek di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia menilai, putusan MA yang menghukum Yayasan Supersemar membayar Rp4,4 triliun kepada negara merupakan sesutu yang aneh. Pasalnya, kata dia, yayasan tersebut sama sekali tidak merasa menyalahgunakan uang negara.

“Kenapa? Karena memang waktu itu ada Perpres tahun 1976 dan diikuti dengan keputusan peraturan menteri keuangan bahwa lima persen dari sisa laba bank pemerintah digunakan untuk membantu pendidikan dan disalurkan melalui Yayasan Supersemar,” imbuhnya.

Lagipula, sambung Titiek, dana yang dihimpun Yayasan Supersemar berasal dari para konglomerat, selain sebesar lima persen dari sisa laba bank pemerintah.

“Dana yang dihimpun dari Perpres itu, selama Perpres itu hidup, setelah reformasi itu sudah dicabut ya, jadi sampai itu kita yang terimanya itu Rp309 miliar,” paparnya.

Sedangkan dana yang sudah dikeluarkan oleh Yayasan Supersemar untuk beasiswa itu Rp504 miliar.

“Berarti kan itu yang dari bank-bank itu sudah habis semua, itu dipakai untuk beasiswa semua, enggak dipakai untuk pendidikan, itu merupakan CSR (corporate social responsibility) bank-bank saat itu,” tegasnya.

Disamping itu, Titiek juga menjelaskan kalau putusan MA itu hanya menghukum Yayasan Supersemar. Tidak ada tuntutan hukum terhadap ayah dan keluarganya.

“Tidak ada tuntutan pada mantan Presiden Soeharto ataupun ahli warisnya untuk bayar Rp4,4 trliun itu, itu sudah diralat oleh MA pada tanggal 11 Agustus kemarin,” katanya.

Dia sekali lagi menegaskan kalau keluarganya tidak pernah menyelewengkan dana yayasan Supersemar itu.

Kami, lanjut Titiek, dapat amanah dari Pak Harto, kehidupan yang sudah cukup, enggak usah ngutak-ngatik ambil uang dari yayasan itu. Itu untuk masyarakat dan untuk mencerdaskan bangsa.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...