Home / Berita / Tolak Berdamai, Hakim Sarpin Bertekad Seret Komisioner KY ke Pengadilan

Tolak Berdamai, Hakim Sarpin Bertekad Seret Komisioner KY ke Pengadilan

Hakim Sarpin Rizaldi
Hakim Sarpin Rizaldi

Jakarta- Sarpin Rizaldi, Hakim Pengadilan Negeri Jakarta yang menjadi hakim tunggal dalam sidang  praperadilan Wakapolri  Komjen Pol Budi Gunawan melawan KPK, secara tegas menolak untuk berdamai dengan dua komisioner Komisi Yudisial (KY), Suparman Marzuki dan Taufiqurrohman Syahuri. Kalaupun  Menko Polhukam Tedjo Edi Purdijatno menyatakan diri siap sebagai mediator untuk kasus itu, Sarpin tetap kukuh tidak berubah.

“Saya sudah terlanjur sakit hati. Mereka terlalu meremehkan jabatan saya,” katanya. Karena sakit hati itu, siapapun yang mencoba memedia kasus itu, Sarpin tetap menolak.

“Saya tidak peduli apakah ada Menteri, ulama atau siapapun yang mau menjadi penengah. Saya tetap melanjutkan kasus itu ke pengadilan,” ujarnya.

Sarpin mengadukan dua petinggi KY,  Suparman Marzuki dan Taufiqurrohman Syahuri dalam kasus penghinaan dan pencemaran nama baik ke Mabes Polri beberapa waktu lalu. Alasannya, kedua petinggi KY itu telah menghinanya sebagai hakim yang tidak professional dan tidak paham dengan masalah.

Tidak hanya mengkritik, KY juga telah menyampaikan rekomendasi ke Mahkamah Agung agar  Sarpin tidak lagi menangani kasus sebagai hakim selama enam bulan. Kalau rekomendasi itu dikabulkan, maka Sarpin akan menjadi hakim non palu.

Sikap KY itu membuat Sarpin semakin kecewa. “Saya merasa dihina di depan publik, integritas saya juga telah mereka rendahkan,” katanya.

Sejak pertengahan Juli lalu, Kabareskim Polri  telah menetapkan Suparman Marzuki dan Taufiqurrohman Syahuri sebagai tersangka dalam kasus penghinaan tersebut.  Sikap Polri ini sempat mendapat kecaman dari berbagai pihak. Sampai-sampai Presiden Jokowi meminta agar kasus ini sebaiknya didamaikan.

Namun Kabareskrim Konjen Pol Budi Waseso  menyebutkan bahwa keputusan damai sangat bergantung kepada skap Sarpin, mengingat kasus ini merupakan delik aduan.  “Jika Sarpin mau mencabut pengaduannya, kasus ini akan selesai dengan sendirinya,” kata Budi Waseso.

Masalahnya, Sarpin ternyata tidak mau mencabut pengaduan itu meski banyak pihak yang mencoba mendamaikannya.

Suparman Marzuki dan Taufiqurrohman Syahuri bukanlah orang pertama yang pernah diadukan Sarpin ke polisi dalam kasus penghinaan. Sebelumnya Ia juga pernah mengadukan sejumlah akademisi Universitas Andalas dalam kasus yang sama. Para akademisi itu menuding Sarpin telah mempermalukan Unand karena putusannya yang memenangkan Budi Gunawan saat menggugat KPK dalam sidang praperadilan itu.

Tapi belakangan pengaduan itu dicabut Sarpin setelah ada pihak yang mendamaikan.  Para akademisi yang diadukan itu juga telah meminta maaf.

Tidak demikian halnya untuk dua petinggi KY. Sarpin bersikeras melanjutkannya hingga pengadilan, meski kedua tersangka bersedia meminta maaf.  “Biarlah pengadilan menjawab sakit hati saya,” katanya. ***

 

 

Baca Juga

Kelas Menengah Melonjak, 70% Penduduk RI Akan Hidup di Kota Besar

Depok – Pada 2045, sebanyak 70% penduduk Indonesia diprediksi akan tinggal di kota-kota besar. Karena ...

One comment

  1. Zaenal Thengereadik Bcl

    [K][O][M][E][N][T] [P][E][R][T][A][M][A][X]