Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Tri Rismaharini Resmi dicalonkan lagi oleh PDIP

Tri Rismaharini Resmi dicalonkan lagi oleh PDIP

pdip risma ap 2

Dalam pertarungan pemilihan Walikota Surabaya pada 9 Desember mendatang,  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi merekomendasikan calon inkumben, yaitu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berpasangan dengan Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana untuk maju.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jawa Timur Kusnadi mambacakan secara langsung rekomendasi tersebut Rapat Kerja Cabang Khusus PDIP Kota Surabaya di Gedung Wanita di Jalan Kalibokor, Surabaya, Rabu (8/7).

“DPP PDI Perjuangan menetapkan Saudari Dr Tri Rismaharini, ST, MT untuk menjadi calon Wali Kota Surabaya dan Saudara Whisnu Sakti Buana untuk menjadi calon Wakil Wali Kota Surabaya periode 2015-2020,” ungkap Kusnadi ketika membacakan rekomendasi DPP PDIP, yang disambut tepuk tangan meriah semua hadirin.

Rapat kerja yang digelar di Gedung Wanita, Surabaya itu sendiri, diikuti ribuan kader PDIP Kota Surabaya. Tampak dalam rapat tersebut Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristianto serta pasangan calon inkumben, Risma dan Wisnu.

ada alasan kenapa Risma dan Wisnu dipilih, menurut Kusnadi karena berbagai pertimbangan, termasuk melihat kondisi Kota Surabaya.

Setelah resmi direkomendasikan, Ia menginstruksikan kepada DPC PDIP Kota Surabaya untuk segera mendaftarkan pasangan calon tersebut kepada Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya.

Ditambahkan olehnya, DPP PDIP juga menginstruksikan semua kader mendukung dan memilih pasangan calon.

Setelah dibacakan surat rekomendasi itu, selanjutnya Risma diberikan kartu tanda anggota yang dilakukan secara simbolis oleh Sekjen PDIP.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...