Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Tujuh Capim KPK Menjalani Seleksi Akhir hari ini, Ada yang Kelabakan Menjawab Pertanyaan Pansel

Tujuh Capim KPK Menjalani Seleksi Akhir hari ini, Ada yang Kelabakan Menjawab Pertanyaan Pansel

Sembilan orang anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) mewawancarai calon pimpinan KPK di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (24/8).
Sembilan orang anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) mewawancarai calon pimpinan KPK di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (24/8).

Seleksi akhir calon pimpinan KPK dimulai hari ini hingga Rabu 26 Agustus. Dari 19 capim yang mengikuti seleksi tahap akhir ini , pada hari ini ada tujuh capim yang mengikuti tes wawancara simultan di depan panitia seleksi (Pansel). Mereka adalah Alexander Marwata, agus Rahardjo,  Ade Maman Suherman, Basaria Panjaitan, Budi Santoso, Chesna Fizetty Anwar, dan Firmansyah TG Satya.

Masing-masing kandidat menghadapi pertanyaan berbeda dari panitia seleksi  yang kesemuanya perempuan.  Pernyataan itu beragam, mulai dari visi mereka terhadap isu korupsi, latar belakang aktivitas dalam pemberantasan korupsi,  harta kekayaan, dan lainnya.

Salah seorang kandidat Agus Rahardjo, sempat kelabakan ketika panitia seleksi bertanya soal  harta kekayaannya. Dengan gugup Agus mengatakan memang dirinya belum melaporkan LHKPN terbaru ke KPK. Dirinya berjanji segera melaporkan yang terbaru bila terpilih menjadi pimpinan KPK.

“Mudah-mudahan nanti kalau ada keputusan, saya akan laporkan,” kata Agus.

Tuti menanyai soal kepemilikan mobil Honda CRV, Mitsubishi dan Avanza. Pasalnya mobil-mobil itu sebelumnya tidak tercantum dalam LHKPN yang dilaporkan oleh Agus saat mendaftar sebagai capim KPK.

“Mobil-mobil itu? Ya itu kami tidak memiliki sampai dua hari yang lalu. Kami beli bekas, Sebelumnya mobil yang kami miliki adalah leasing, ada tiga truk untuk angkut sayur di Magetan,” ujar Agus. Sementara menurut Agus, mobil CRV miliknya sudah dijualnya sejak lama.

Kasus berbeda ditanyakan tim juri kepada Alexander Marwata yang  sering memberikan pendapat berbeda (dissenting opinion) terkait penangan kasus korupsi saat bertugas sebagai hakim ad hoc tindak pidana korupsi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Saya buat dissenting bukan untuk gagah-gagahan, justru dissenting itu harus jadi koreksi, jadi introspeksi untuk KPK dan kejaksaan. Tidak terpilih jadi pimpinan KPK juga tidak apa-apa, saya masih ada kerjaan kok,” kata Alex di hadapan Pansel KPK saat wawancara di Gedung Setneg, Jakarta, Senin (24/8).

Alex mengungkapkan, kinerjanya sebagai hakim ad hoc tindak pidana korupsi mendapat sorotan ketika menangani kasus yang menjerat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, dan mantan Gubernur Banten Atut Chosiyah.  Ia menegaskan, sebagai hakim, dirinya tidak ingin mengambil putusan berdasarkan opini yang berkembang di masyarakat atau di media massa.

“Saya rajin membuat catatan fakta persidangan karena pengalaman saya 20 tahun menjadi auditor forensik,” katanya.

Capim lainnya,  Ade Maman Suherman sempat pula kelabakan saat ditanya aktivitasnya dalam pemberantasan korupsi selama ini. Ketua Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Univesitas Jenderal Sudirman itu menegaskan, dirinya memang  tidak terjun langsung dalam aksi berkaitan dengan antikorupsi,  seperti yang dilakukan LSM atau lembaga pegiat antikorupsi lainnya. ‎”Tetapi pada lima tahun ini saya sebagai seorang dosen, saya mengajar dan menulis artikel mengenai penegakan hukum di koran,” kata Ade.

Tidak kalah menariknya adalah wawancara terhadap  Brigjen Pol Basaria Panjaitan, wanita berpangkat perwira tinggi dari Mabes Polri. Basaria banyak ditanyakan soal keberadaan polisi dalam menangani korupsi, serta perlunya tim penyidik independen di tubuh KPK.

Seleksi akhir ini akan berlanjut besok hingga Rabu  16 Agustus.  Panitia seleksi akan memilih 10 dari 19 kandidat ini untuk diserahkan kepada DPR dan Presiden.  – Ant/kon

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...