Home / Berita / Dunia / Uji Nuklir Korea Utara Goncang Gunung Keramat

Uji Nuklir Korea Utara Goncang Gunung Keramat

danau surga, paektu

Para penduduk Korea Utara yang ketakutan mengundang para ilmuwan Barat untuk mengawasi Gunung Paektu setelah serangkaian gempa bumi terjadi di sana antara tahun 2002 hingga 2005. Saat Paektu terakhir meledak, letusannya termasuk yang terbesar di sepanjang sejarah. Abunya bahkan jatuh hingga ke Jepang dan terjadi perubahan iklim di dunia.

Dan sekarang para ahli yang mengawasi gunung itu berkata jika hal itu bisa terjadi lagi karena magma di sekitar gunung itu mulai mencair. Dalam laporan mereka yang tertulis di Science Advances, tim itu berkata bagian besar dari kerak Bumi di sana mulai terpengaruh.

“Gunung berapi itu memiliki potensi. Kita perlu mengawasinya,” kata ahli seismologi asal London Dr. James Hammond.

Pandangan serupa disampaikan oleh Stephen Grand dari University of Texas yang berkata kepada National Geographic jika pihak berwenang harus benar-benar mengawasi gunung itu.

“Resiko letusan yang merusak di sini sangat nyata. Seseorang perlu mengikuti perkembangan gunung itu dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Dari data satelit Rusia, ditemukan bukti jika suhu permukaan Paektu meningkat tajam sejak Oktober 2006. Profesor Yoon Seong-hyo dari Pusan National University dari Korea Selatan berkata jika ketinggian Paektu juga berubah.

“Semua ini menandakan jika magma di dalam gunung itu bergerak,” katanya kepada the Korea Times tahun lalu.

“Akan menjadi sebuah bencana jika Gunung Paektu meletus dalam skala penuh. Semua makhluk hidup dalam radius 85 km akan musnah jika letusan terjadi dalam skala penuh. Aliran piroklastik akan terlepas dengan kecepatan sekitar 100 km per jam di wilayah-wilayah sekitar. Letusan itu akan menjadi letusan Pompeii yang lain,” tambahnya.

Masalah menjadi lebih buruk karena obsesi Korea Utara untuk menguji senjata-senjata nuklir bisa membuat Paektu lebih tidak stabil dan memicu letusan.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Scientific Report mengatakan jika tes nuklir bawah tanah bisa menyebabkan tekanan berlebihan pada ruang magma. “Sebuah tes ledakan nuklir bawah tanah di dekat gunung berapi aktif bisa menjadi ancaman langsung untuk gunung itu,” tulis penelitian itu.

Gunung Paektu dikatakan menjadi tempat kelahiran pendiri Korea, Dangun juga mantan presiden Kim Jong-il. Menurut legenda, ibu Dangun adalah seekor beruang yang berubah menjadi seorang wanita dan ayahnya mendirikan kota suci di Paektu.

 

Baca Juga

PLTGU Grati di Pasuruan Tambah Kapasitas Jadi 1.360 MW

Pasuruan – Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Grati, Kabupaten Pasuruan, menambah kapasitas produksi listriknya ...