Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Serba - serbi / WA Kiriman Pembaca / Ulasan “Erlando Eril” atas Artikel yg dishare oleh Ping Setiadi

Ulasan “Erlando Eril” atas Artikel yg dishare oleh Ping Setiadi

PENGGUSURAN KAMPUNG PULO
PENGGUSURAN KAMPUNG PULO

” Ping Setiadi, Makanya gue bilang ini soal uang dan kerakusan warga Kampung Pulo.

Gue tau persis apa masalahnya. Bertahun-tahun sampe hari ini gue tetanggaan sama Kampung Pulo. Satu kecamatan.

Tiap banjir Jakarta, gue kena dampaknya.

Lagian, sebenernya gak semua warga Kampung Pulo sih yang protes. Sebagian aja. Terutama pemuda2 pemalas yang digerakkan oleh provokator.

Nggak ada alasan buat warga Kampung Pulo (selain alasan kerakusan duit) untuk dipindahin ke rusun Jatinegakra.

Jarak Kampung Pulo dengan rusun itu cuma 500 meter kok. Itu pun diukur pake jarak melingkar. Kalo ditarik gakris lurus, gak sampe 200 meteran.

Kondisi psikologis apa yang tercerabut dari mereka? Hargak diri dan kemanusiaan? Nyaris tiap tahun mereka kebanjiran. Tau gak banjirnya sampe segimana? Sampe setinggi atap! Berminggu2 mereka penuhin posko2 banjir di kampung melayu dan semua orang teriak-teriak minta masalah banjir dituntaskan.

Setelah dituntaskan, mereka malah teriak-teriak lagi.

Soal kemanusiaan? Setiap hari kali Ciliwung di belakang rumah mereka penuh sampah dan penuh kotoran. Banyak dari mereka yang berak, nyuci, sikat gigi dan mandi di sana.

Apartemen Jatinegakra jauh lebih manusiawi. Bahkan gubernur menjamin mereka bisa hidup 7 turunan tanpa bayar. 300 ribu/bulan itu biaya pemeliharaan kebersihan, keamanan, bahkan mereka gak perlu pusing mikir pengeluaran supaya bangunannya dicat.

Di Kampung Pulo, mereka bayar lebih dari 300 ribu/bulan. Uang listrik, air yang sering macet, iuran2 RT/RW dll.

Akses ekonomi ilang? Transportasi ilang?Banyak dari mereka yang berdagang di pasar jatinegakra. Dan rusun Jatinegara itu malah lebih deket dengan pasar. Apanya yang hilang?

Anak gak perlu pindah sekolah. Lah jaraknya deket. Malah anak2 mereka akan berterimakasih kepada orangtuanya karena pindah ke rusun. Mereka bisa punya hidup layak, bisa belajar tenang, dan jelas lebih sehat.

Mereka nggak perlu merasa terasing. Yang boleh pake rusun itu hanya warga Kampung Pulo. Artinya mereka akan ketemu tetanggak2nya jugak kok.

Di Kampung Pulo kagakk ada yang masak pake kayu. Mereka masak pake gas. Dan lagi-lagi Pemda DKI kasih fasilitas kartu ATM. Mereka gak punya duit buat sekolahin anaknya? Tinggal bayar pake ATM. Mereka nggak bisa makan, Pemda kasih makan gratis 26 ribu per orang setiap hari. Masih kurang? Itu udah kelewatan manjanya.

Kampung Pulo itu isinya 3.000 lebih warga. Dari dulu Kampung Pulo dijadikan basis pemilihan partai. Kemiskinan mereka dipelihara. Supaya bisa jadi sumber duit pejabat yang butuh kampanye atau tukang protes macam sarumpaet.

Gubernur lagi ngajarin hidup layak. Tapi sedikit pun gak ada rasa terimakasih atas usaha Pemda memanusiakan mereka.

Lagian silahkan tanya ke hampir semua warga yang dipindahin ke rusun. Hampir semuanya puas kok.

Yang gak puas itu siapa? Mereka itu sebagian warga yang pada kontrakin tempat tinggaklnya sehinggak hilang pemasukan. Udah numpang tanah negara, tapi malah ngontrakin rumah. Terus mafia prostitusi. Di sana banyak banget prostitusi. Ada yang tau gak? Dan ini berkaitan dengan narkoba jugak tentunya.

Oh, soal penghuni ilegakl Kampung Pulo yang gak ada KTP? Pemda menjamin mrk bisa dapet rusun + dibikinin KTP gratis kalo ada pernyataan dari 3 tetanggaknya kalau mrk bertahun2 hidup di Kampung Pulo.

Dan, Ping, lo tau gak? Rusun jatinegakra itu semewah apartemen. Banyak sekali calo yang berniat jual unitnya. Sejak setahun lalu udah banyak yang sampe ke rusun gue buat nawarin unit rusun Jatinegara.
Dan sekarang para calo itu cuma gigit jari.

Pemda DKI sedang menyelamatkan mereka dari kebodohan dari hidup yang sebelumnya jauh dari manusiawi.

Kalau usaha Pemda DKI untuk memanusiakan manusia masih gak dihargaki, gue gakk ngerti lagi deh.

Below Article Banner Area

Baca Juga

wanita

Sebuah Contoh Akan Pentingnya Sebuah Etika

Dua belas tahun lalu, seorang wanita pergi kuliah di Prancis. Dia harus sambil kerja dan ...