Home / Berita / Dunia / Umar Patek Jadi Mediator WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Umar Patek Jadi Mediator WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Terpidana teroris Umar Patek, sepertinya akan menjadi mediator untuk membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Umar Patek Abu Sayyaf

Umar Patek alias Hisyam bin Alizein merupakan asisten koordinator lapangan dalam aksi terorisme Bom Bali Pertama pada tahun 2002. Insiden itu menewaskan 202 orang. Umar Patek juga disebut pernah membekali para petinggi militan Abu Sayyaf dengan pelatihan menggunakan senjata api.

Sempat dekat dengan Al Qaidah, pelarian Umar Patek akhirnya berakhir pada 25 januari 2011 di Kota Abbottabad Pakistan karena tertangkap intelijen setempat. Tak sampai setahun berikutnya, dia diekstradisi ke Tanah Air.

Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan di Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT), Arief Dharmawan membenarkan bahwa pihaknya memberikan remisi 10 tahun penjara kepada terpidana terorisme Umar Patek.

Dia juga menjelaskan bahwa Umar Patek lah yang mengajukan diri untuk menjadi mediator membebaskan 10 Warga Negara Indonesia yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina dua pekan terakhir.

“Umar Patek punya hak yang dapat revisi, itu sudah ada diundang-undang. Itu hak warga negara dan hak narapidana mendapatkan revisi” ungkap Arief Dharmawan, Jumat (8/4).

Selain itu Arief bersyukur bahwa Umar Patek menawarkan diri untuk bisa membantu pemerintah RI membebasskan 10 WNI yang ada di sandera. Hanya saja Umar Patek tidak langsung ditugaskan untuk membebaskan 10 WNI, namun akan melakukan koordinasi dengan pemerintah.

“Alhamdulillah saya pribadi menghargai seperti Umar Patek, Nasir Abas menawarkan diri untuk membantu membebaskan sandera di Filipina tapi kan saya cuma deputi ini direktur. Kita sampaikan, coba lihat negosiasi mana yang bisa kita dilakukan. Semua kita laporkan ke pemerintah” pungkasnya.

 

Baca Juga

Jangan Beli Pesawat yang Senjatanya Hanya Pura-pura

Yogyakarta – Wilayah Indonesia yang sangat luas harus selalu dijaga dan saat ini disebutkan ancaman ...