Home / Berita / Untuk Memberantas Deman Berdarah, China Sebarkan Jutaan Nyamuk Baru

Untuk Memberantas Deman Berdarah, China Sebarkan Jutaan Nyamuk Baru

nyamuk aedes

Langkah Pemerintah China dalam memberantas penyakit demam berdarah di wilayannya tergolong unik. Mereka tidak melakukan fogging atau menguras air yang tergenang di pemukiman penduduk, tapi justru menyebarkan setengah juta nyamuk baru setiap minggu di tengah pemukiman warga.

Langkah ini baru saja dilakukan Pemerintah China di salah satu wilayah di Guangzhou, ibu kota Guangdong,  setelah menemukan banyaknya  berkembang penyakit demam berdarah yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes.

Nyamuk yang dilepas itu kesemuanya merupakan nyamuk jantan yang telah dibiakkan di lokasi khusus yang dinamakan Pusat pembibitan nyamuk Guangdong. Semua nyamuk itu sudah dimandulkan.

Ketika dilepaskan nanti, mereka akan kawin dengan nyamuk-nyamuk betina yang berkeliaran di pemukiman warga. Yang menarik, setiap nyamuk yang dikawini otomatis akan menjadi mandul alias tidak bisa bertelur lagi. Seiring perjalan waktu, nyamuk itu akan mati dan tidak tergantikan oleh generasi nyamuk yang baru.

Pusat pembibitan nyamuk Guangdong
Pusat pembibitan nyamuk Guangdong

Berdasarkan riset ilmu pengetahuan, usia nyamuk tidak lebih dari 10 hari. Tapi nyamuk berkembang sangat cepat karena seekor saja bisa menghasilkan puluhan jentik hanya dalam dua hari.  Jika nyamuk-nyamuk betina itu dikawini oleh nyamuk jantan yang telah dibiakkan secara khusus, maka nyamuk itu tidak akan bisa bertelur lagi hingga pada waktunya mereka mati.

Pemerintah China telah menerapkan cara ini sejak satu tahun terakhir ini. Praktik ini terbukti berhasil mampu mengurangi  jumlah nyamuk hingga 90 persen. Demikian laporan dari Southern Metropolis Daily.

Sama hal dengan daerah Asia lainnya, China kerap menghapi masalah dengan penyakit demam berdarah. Tahun lalu,  China melaporkan ada sekitar 46.000 kasus demam berdarah  yang terjadi di Provinsi Guangdong, meningkat dibanding tahun 2013 yang hanya 1.000  kasus.

Pusat peternakan nyamuk di Guangdong itu diresmikan Pemerintah China pada 17 Juli lalu, dan mampu memprroduksi  10 juta nyamuk jantan setiap minggu. Proses pengembangbiakan nyamuk itu menggunakan ‘wolbachia,’  yaitu sejenis bakteri yang sering ditemui dalam serangga.

Sebelumnya sebanyak 600 ribu nyamuk  jantan mandul itu pernah dilepas di Pulau Shazai, dan berhasil menurunkan secara drastis populasi nyamuk di pulau itu.**

 

Baca Juga

Ada yang ‘Meracuni’ Anak-anak Indonesia

Jakarta – Penyanyi senior Titiek Puspa mengatakan kondisi anak-anak Indonesia saat ini sangat mengkhawatirkan. Dia ...