Home / Berita / Regional / Urus Akta Kelahiran di Surabaya bisa lewat Smartphone

Urus Akta Kelahiran di Surabaya bisa lewat Smartphone

akta-kelahiran-ilustrasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini semakin memanjakan dan memberikan kemudahan bagi warganya. Pelayanan berbelit, mahal dan menghindari calo, sekarang sudah tidak ada lagi.

Warga kota Surabaya kini sudah bisa mengurus dan membuat administrasi kependudukan, cukup mendaftar melalui smartphone. Waktunya pun, cukup tiga hari, akta kependudukan itu sudah bisa dipegang tangan. Bukan hanya itu, pengurusan pun tak keluar biaya alias gratis.

“Nol rupiah dan bisa diaplikasikan di mana saja. Bisa melalui smartphone,” ungkap Kepala Dispenduk Capil Kota Surabaya Suharto.

Layanan mengurus akta kelahiran dan kematian melalui online tersebut kini terus dikenalkan kepada masyarakat Surabaya. Melalui online, diharapkan akan menghilangkan traksaksi, suap, mempercepat pelayanan, dan praktis.

Warga tak perlu datang ke kantor Dispenduk Capil. Cukup mendaftar di rumah atau di kantor.

Orang, kata Suharto, paling malas kalau disuruh mengurus ke kantor. Tidak saja antre, tapi meluangkan waktu izin meninggalkan pekerjaan adalah hal sulit. Layanan online adalah solusi.

Agar bisa melayani warga, Pemkot menyediakan ratusan kios khusus yang bisa melayani pendaftaran akta kelahiran dan kematian online.

Penyebaran kios ada di berbagai tempat, seperti 154 kios di seluruh kelurahan di Kota Surabaya. Kemudian di 31 kecamatan dan 2 RSUD milik Pemkot Surabaya, yaitu RSUD Soewandhie dan RSUD BDH. Di samping itu, juga tersedia di 10 Puskesmas.

Di kios ini berupa seperangkat komputer lengkap dengan alat scan yang jadi satu. Misalnya, menyertakan KK dan foto cukup dengan memasukkan lembaran ke scan.

Caranya pun sangat mudah. Menurut penjelasan Suharto, warga cukup membuka website sebagaimana terlihat di akhir naskah. Kemudian mengikuti petunjuk pendaftaran dengan lebih dulu memasukkan nomor KK. Kemudian setelah tuntas dan final, tunggu tiga hari jam kerja sudah kelar.

“Saat jadi pun, bisa diklik di web ada preview lembaran aktanya. Namun akta yang sudah jadi ini harus diambil di kelurahan. Gratis,” jelas Suharto.

Dari sekitar 2,8 juta jumlah penduduk seluruh Surabaya, sudah banyak yang memanfaatkan fasilitas layanan pendaftaran melalui online. Untuk layanan akta kelahiran melalui online sudah ada sekitar 6.000 warga mendaftar. Sementara akta kematian yang biasanya untuk mengurus warisan sekitar 1.900 warga.

 

 

 

 

 

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...