Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Usia 58 Tahun, tapi Kakek Ini Berani Bertarung dalam Kejuaraan Bulutangkis Dunia di Jakarta

Usia 58 Tahun, tapi Kakek Ini Berani Bertarung dalam Kejuaraan Bulutangkis Dunia di Jakarta

Mathew Fogarty berpasangan dengan Bjorn Seguin
Mathew Fogarty berpasangan dengan Bjorn Seguin

Satu rekor unik tercipta dalam kejuaraan dunia bulutangkis yang sedang berlangsung di Jakarta mulai 10 Agustus ini. Rekor itu adalah kehadiran  pemain bulutangkis tertua dalam sejarah piala dunia. Dia adalah pebulutangkis asal Amerika  Matthew Fogarty yang berusia 58 tahun. Meski tua, penampilannya cukup impresif dan tetap mampu mengimbangi permainan lawan.

Sayangnya, saat berpasangan  dengan Bjorn Seguin, Fogarty tak bisa berbuat banyak dan harus gugur di babak pertama saat mengadapi wakil Indonesia, Hendra Aprida Gunawan/Andrei Adistia 18-21, 8-21. Meski demikian tidak ada raut kecewa Fogarty. Sebaliknya, ia bangga karena bisa tampil bersaing dengan anak-anak muda.

Usai bermain, Fogarty langsung diburu wartawan menanyakan ‘kenekatannya’ ikut bermain dalam kejuaraan dunia itu.

“Saya ini dokter, jadi saya tahu olahraga bulutangkis itu sangat bagus untuk kesehatan. Saya ingin para generasi muda bermain bulutangkis, agar mereka dapat merasakan manfaatnya untuk fisik mereka, seperti yang sudah saya rasakan,” katanya.

Pebulutangkis yang telah tujuh kali mengikuti kejuaraan dunia tersebut merasakan penampilan di Indonesia berbeda dengan di negara lain. Dia berharap bisa kembali lagi bertanding di Indonesia.

“Bertanding di sini sangat menyenangkan, supporternya ramai sekali, fantastis! ini pengalaman pertama saya, semoga tahun depan bisa kembali lagi ke sini,” ujarnya.

Bagi Fogarty, bulutangkis adalah olahraga terbaik di dunia. Dia pernah gantung raket lalu menempuh pendidikan di sekolah kedokteran dan menjadi dokter hingga saat ini. Fogarty kembali bermain bulutangkis dengan satu misi. Fogarty ingin menunjukkan bahwa bulutangkis adalah olahraga paling sehat, sekaligus olahraga individu terbaik.

“Saya menjaga kesehatan melalui hasrat saya sehingga pemain-pemain yang lebih muda datang dan melawan saya,” jelas Fogarty.

“Ini juga berkat Bjorn yang sangat luar biasa. Itulah sebabnya saya masih bermain,” imbuh Fogarty soal duetnya yang kelahiran 1990.

Bagaimana cara Fogarty menjaga kebugarannya di usia yang senja? “Saya berlatih enam hari sepekan. Setelah kerja, saya latihan pada malam hari,” katanya. Walau tidak punya prestasi membanggakan dalam bulutangkis, setidaknya Fogarty akan tercatat dalam sejarah sebagai pebulutangkis tertua yang pernah ikut dalam kejuaraan dunia bulutangkis.  – Tri/jpn

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

dovizioso-77787

Akhirnya Terkuak…Pembalap ini Mengaku Puas Bisa Raih Kemenangan di Sepang

  Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, sukses menjadi juara dalam balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu ...