Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Usut Tuntas Kasus Beras Plastik Agar Tidak Meresahkan Masyarakat

Usut Tuntas Kasus Beras Plastik Agar Tidak Meresahkan Masyarakat

beras plastik 1

Beredarnya kasus beras plastik kini mulai ditelisik berbagai pihak sebagai kasus diluar motif ekonomi. Pengamat ekonomi pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Bustanul Arifin menilai dalam kasus temuan beras sintetis tidak mengarah kepada motif ekonomi.

Menurutnya, jika pelaku penyebar beras sintetis memiliki motif ekonomi, maka harga beras sintetis tidak akan murah.

Spekulasi saya, lanjutnya pada salah satu media online, motif pelaku beras sintetis di sini ada agenda lain. Motif pelaku ada kemungkinan mengenai politik atau intelejen atau keamanan pangan atau mengancam gagalnya program pemerintah terkait ingin membuat beras analog.

“Dikhwatirkan motifnya bisa mengancam beras analog. Beras analog ini kan ibaratnya sama seperti beras sintetis namun dicampur dengan bahan pangan yang sehat seperti singkong dan umbi-umbian. Tujuannya supaya ada keanekaragaman bahan pangan utama, jadi masyarakat Indonesia tidak selalu bergantung dengan beras,” ungkap Bustanul.

Hal senada juga dikatakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan dalam jumpa pers di kantor partainya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (24/5). Menurutnya, peredaran beras plastik itu sarat dengan kejanggalan. Jika merujuk pada hasil laboratorium PT Sucofindo maka tentu logika ekonomi dalam penjualan beras plastik itu tak masuk akal.

Hasil penelitian Sucofindo, dari 250 gram beras plastik hanya terdapat kandungan 7 persen protein. Sedangkan sisanya mengandung polyvinyl chloride (PVV), atau zat kimia yang biasa digunakan dalam pembuatan kabel listrik dan pipa.

“Jika beras sintetis itu dibuat dari bahan kimia yang mahal tentu tak mungkin dijual di pasaran dengan harga wajar. Dari perspektif bisnis sangat tidak menguntungkan,” ujarnya.

Daniel menduga, pemerintahan saat ini memang tengah berupaya mencapai swasembada pangan. Namun, ada pihak yang tak nyaman dengan langkah pemerintah itu sehingga berupaya mengganggu.

Dari kalangan pengusaha pun menilai kalau pembuatan beras plastik tidak ekonomis. Pasalnya, harga dasar lebih mahal dibandingkan tarif jual.

Seorang pengusaha plastik Said Didu dalam salah satu media online menuturkan bahwa saat ini harga per kilo gram bijih plastik orisinal Rp 22 ribu dan bijih plastik hasil daur ulang Rp 15 ribu. Sedangkan, harga jual produk plastik orisinal di atas Rp 26 ribu dan hasil daur ulang di atas Rp 20 ribu.

”Saya tahu persis harganya karena keluarga saya punya pabrik plastik,” ujarnya.

Mantan Sekretaris Menteri BUMN itu menilai, tidak akan ada pengusaha yang mau menggunakan plastik untuk produksi beras plastik. Alasannya, harga jualnya lebih rendah, yakni kurang dari Rp 8 ribu.

Atas dasar itu, Said mengajak segenap pihak berpikir rasional dalam menyikapi fenomena beras plastik.

Menurut Said, kejadian beras plastik bukan bermotif ekonomi. Dirinya punya keyakinan bisa saja motif politik, subversi, atau kriminal.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...