Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Vaksin Palsu ; Menkes hujan Kritik, karena katanya Vaksin Palsu yang beredar Cuma 1%

Vaksin Palsu ; Menkes hujan Kritik, karena katanya Vaksin Palsu yang beredar Cuma 1%

menkes nilamoeloek5

 

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek menerima banyak pertanyaan dari Komisi IX DPR soal peredaran vaksin bayi palsu. Sejumlah pertanyaan itu disampaikan saat rapat Komisi IX DPR bersama Menkes Nila F Moeloek, hari Senin (27/6) ini.

Anggota Komisi IX Saleh Partaonan Daulay meminta Menkes Nila F Moeloek menjelaskan soal efek dari vaksin palsu itu hingga rumah sakit mana saja yang mengedarkan vaksin palsu.

Pernyataan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di media sosial Twitter bahwa peredaran vaksin palsu hanya 1% pun dikritik politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

“Ini menyepelekan masalah, pelanggaran, masak hanya 1%, enggak boleh, masak yang konsumsi dibilang hanya 1% dari berapa juta masyarakat, bukan jawaban tepat,” demikian kata Saleh di Ruang Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/6).

Hal yang sama dikatakan Anggota Komisi IX Irma Suryani Chaniago. Politikus Partai Nasdem ini curiga bahwa vaksin palsu itu beredar sejak tahun 2003. Dia juga curiga, ada keterlibatan mafia, mulai dari distributor, pembuat, pemasok hingga pengguna vaksin tersebut.

“Saya juga enggak yakin paramedis tidak bisa bedakan vaksin asli dan palsu karena harga jauh, yang asli Rp800 ribu-Rp900 ribu, itu yang palsu Rp250 ribu-Rp300 ribu. Dari sini saja, rumah sakit dan paramedis sudah tahu. Tapi kenapa ini sedemikian lama tersimpan rapi, oknum bermain, ini tanggung jawab pemerintah,” jelas Irma.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...