Home / Olahraga / Balap / Valentino Rossi Menuding Kalau Marquez Sengaja ‘Main-main’ Untuk Menghambat Persaingan Rebut Gelar Juara

Valentino Rossi Menuding Kalau Marquez Sengaja ‘Main-main’ Untuk Menghambat Persaingan Rebut Gelar Juara

pebalap-spanyol-marc-marquez-depan-dan-pebalap-italia-valentino-_151025152054-846

Pembalap tim Movistar Yamaha Valentino Rossi menduga kalau rivalnya, pembalap Repsol Honda Marc Marquez, sengaja ‘bermain-main’ dengannya untuk mengganggu persaingan gelar juara dunia. Puncaknya sendiri adalah terjadinya insiden di Sepang.

Apakah benar tudingan dari Rossi?

Penilaian Rossi sendiri berawal di MotoGP Australia lalu. Ketika itu terjadi pertarungan ketat hampir sepanjang balapan antara empat pebalap terdepan, yakni Jorge Lorenzo, Marquez, Rossi, dan Andrea Iannone.

Di seri itu, Lorenzo sukses melesat selepas start dan memimpin balapan. Justru, duel ketat terjadi antara Marquez, Rossi, dan Iannone. Ketiga pembalap berbeda tim itu saling menyalip sepanjang jalannya balapan.

Walau lebih banyak terlibat duel dengan Rossi dan Iannone, tetapi pada akhirnya Marquez justru mampu juara. Dia memacu motornya di lap-lap akhir, lantas menyalip Lorenzo di putaran pamungkas. Tempat ketiga jadi milik Iannone di seri ini, sedangkan Rossi harus puas di urutan empat.

Setelah balapan, The Doctor mengaku meninjau video dan melihat adanya keanehan. Ia menuding Marquez cuma bermain-main dengannya dan Iannone, sebelum melakukan serangan ke Lorenzo di putaran terakhir. Rossi menilai Marquez punya kecepatan yang sangat bagus dan seharusnya bisa memenangi balapan dengan mudah, alih-alih berduel ketat di belakang Lorenzo.

Duel itu sendiri diyakini dilakukan supaya Lorenzo bisa membuka jarak, sehingga kesempatan untuknya finis di depan rekan setimnya itu kecil. Kalau melihat catatan, memang jarak antara Marquez-Lorenzo dengan Iannone-Rossi cukup lebar. Marquez menuntaskan balapan dengan catatan 40 menit 33,849 detik, hanya 0,249 detik di depan Lorenzo. Sedangkan Iannone berjarak 0,930 detik dari Marquez, dengan Rossi berselisih 1,058 detik.

Rossi pun kemudian menyebut ada upaya dari Marquez untuk membantu Lorenzo dalam merebut gelar juara dunia, hal ini setidaknya didukung fakta bahwa keduanya rekan senegara.

Insiden serupa diduga terjadi di Sepang, setidaknya menurut kubu Rossi, namun kali ini berujung dengan insiden besar.

Tudingan Rossi bahwa Marquez mencoba menghambatnya sedikit banyak bisa diamati dari data balapan. Statistik dari situs resmi MotoGP sendiri melihat Yamaha kalah urusan kecepatan dari Honda dan Ducati di Sepang.

Empat pembalap dengan kecepatan tertinggi yakni rider Honda dan Ducati. Pedrosa jadi pemuncak daftar dengan kecepatan tertinggi tembus 330 km/jam, di mana rata-rata laju tercepatnya 327,6 km/jam. Marquez sendiri ada urutan ketiga dengan kecepatan tertinggi 327,4 km/jam. Dia punya rata-rata 326,2 km/jam.

 

 

 

 

Baca Juga

Klasemen Baru & Poin Rossi di MotoGP 2016

Setelah balapan di Sepang ada perubahan pada poin Rossi, Lorenzo & Marquez pada klasemen MotoGP ...