Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Dunia / Wanita Ini Dipekerjakan Pemerintah Untuk Bunuh Pengedar Narkoba

Wanita Ini Dipekerjakan Pemerintah Untuk Bunuh Pengedar Narkoba

maria

Dia adalah pembunuh wanita yang dipekerjakan untuk membunuh para pengedar narkoba oleh pemerintah Filipina. Kehidupan Maria, bukan nama sebenarnya, mungkin terdengar seperti film-film Hollywood yang glamour tapi kenyataanya tidak seperti itu.

Maria berpindah dari rumah perlindungan ke rumah perlindungan lainnya, dikejar rasa takut dan kuatir jika dia akan dibunuh dan tidak diizinkan berhenti dari tugasnya. Maria sendiri dibayar Rp 5,7 juta untuk setiap pengedar yang dia bunuh.

Dia merupakan salah satu pihak yang terseret dalam perang brutal dengan bisnis narkoba di Filipina di mana presiden kontroversial Rodrigo Duterte memperingatkan para pengedar: “Jangan hancurkan negara saya, karena saya akan membunuhmu.”

Presiden Duterte dipilih karena janjinya untuk bersikap tegas dalam menangani krisis kristal meth di negara itu yang menyebabkan tumbuhnya kejahatan dan kecanduan. Menurut polisi, ada sekitar 2 ribu orang yang telah dibunuh sejak presiden itu bertugas.

Maria sendiri dipekerjakan untuk membunuh para pengedar kelas rendah. Dia memperoleh tugas itu karena saran suaminya yang merupakan seorang polisi. Wanita itu sendiri sudah membunuh lima orang.

Dia berkata kepada BBC: “Suatu waktu, mereka perlu seorang wanita..suami saya meminta saya melakukan pekerjaan itu. Saat saya melihat pria yang seharusnya saya bunuh, saya mendekatinya dan menembaknya.”

Maria yang tinggal di lingkungan kumuh di Manila berkata dia dipekerjakan karena para pejabat percaya dia bisa mendekati korban-korbannya tanpa menimbulkan kecurigaan. Berbeda bila pembunuh yang dipakai adalah seorang pria.

Dia ingin melakukan satu pekerjaan terakhir tapi takut jika dia tidak bisa keluar dan bisa ditarget oleh keluarga para pengedar yang dia bunuh. Dipenuhi dengan rasa bersalah, dia mencoba mengaku dosa kepada pendeta. Tapi dia tidak bisa menyebutkan perbuatannya dan hanya minta diampuni.

“Saya merasa bersalah dan merasa berat. Saya tidak ingin keluarga dari mereka yang saya bunuh mengejar saya. Saya tidak mereka (anak-anaknya) berkata jika mereka hidup karena kami membunuh demi uang,” katanya.

Duterte memberikan imunitas kepada polisi dari dakwaan, walaupun ada kekuatiran jika dia melegalkan pembunuhan massal dari kebijakannya itu. Pengacara hak asasi manusia ternama Jose Manuel Diokno memperingatkan jika Duterter melahirkan ledakan nuklir kekerasan yang akan berputar tanpa kendali dan menciptakan negara tanpa para hakim.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...