Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Wanita Thailand Dilarang Sewakan Rahimnya untuk Orang Asing

Wanita Thailand Dilarang Sewakan Rahimnya untuk Orang Asing

Pregnant-woman-holding-he-009

Pemerintah Thailand menerbitkan undang-undang baru, yakni melarang  perempuan di negara itu menyewakan rahimnya untuk mengandung anak dari pasangan warga asing. Wanita Thailand yang ketahuan melanggar aturan ini akan didenda US$ 6.200 ( sekitar Rp 78 juta) dan penjara 10 tahun.

Kantor berita Associated Press (AP) melaporkan, dalam lima tahun terakhir ini cukup banyak pasangan Eropa, Amerika  dan Australia mencari jasa wanita Thailand untuk mengandung anak mereka. Caranya, embrio dari pasangan itu disuntikkan ke dalam rahim wanita yang disewa untuk kemudian selama sembilan bulan mengandungnya.

Biaya sewa rahim wanita Thailand yang relatif murah menjadi daya tarik tersendiri sehingga  banyak pasangan heteroseksual yang menyewa jasa mereka untuk mengandungkan anak. Biaya sewa rahim itu hanya US $ 50 ribu ( atau setara Rp 65 juta) jauh lebih murah dibanding sewa rahim perempuan Amerika yang mencapai US$ 150 ribu atau Rp 1,7 miliar.

Hanya pasangan  homoseksual Thailand yang diperkenankan menyewa rahim wanita lain untuk mengandung anak mereka. Itupun hanya untuk pasangan yang telah hidup bersama lebih dai tiga tahun.

Masalah sewa rahim ini sempat menjadi sorotan Pemerintah Thailand setelah adanya skandal sewa rahim yang melibatkan pasangan homoseks dari Australia. Embrio bayi yang mereka titipkan ke dalam rahim perempuan sewaan itu belakangan berbuah anak kembar. Tapi salah satunya mengalami sindrom down.

Pasangan Australia itu hanya mengambil satu anak yang sehat, sementara anak yang mengidap sindrom down mereka tinggalkan. Bayi lelaki itu yang dipanggil Baby Gammy itu kini dipelihara ibu rahimnya.

Kasus lain yang mengejukan adalah mencuatnya kabar tentang seorang lelaki  Jepang yang menjadi ayah bagi 12 anak yang dilahirkan dari rahim 12 perempuan Thailand yang berbeda. Kasus ini terkenal dengan istilah ‘pabrik bayi’.

Pemerintah Thailand sangat malu dengan kasus ini karena dianggap menurunkan harga diri perempuan di negara itu. Atas dasar inilah sehingga dilahirkan undang-undang yang melarang wanita lokal menyewakan rahimnya kepada orang asing. – The Guardian

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...

One comment