Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Serba - serbi / Artikel / 1. Wanita Tiongkok Meninggal Pada Usia 101 Tahun Di Indonesia

1. Wanita Tiongkok Meninggal Pada Usia 101 Tahun Di Indonesia

Iklan Duka Cita Lim Pan Siok dalam usia 101 tahun di kompas, pada tanggal 13 Mei 2015

Membaca sebuah Berita Duka Cita di salah satu halaman harian Kompas tanggal 12 Mei 2015, telah meninggal seorang wanita tua pada usia 101 tahun dan akan di semayamkan di salah satu rumah duka di Cirebon. Berita tersebut menarik bagi kami untuk datang ke Rumah Duka Talang Cirebon dimana jenazah disemayamkan. Di rumah duka kami bertemu dengan pihak keluarga yang sedang berkumpul dan kami diijinkan untuk meliput kegiatan yang dilakukan sebelum pemakaman berlangsung. Pemakaman rencananya akan dilaksanakan pada hari minggu di pemakaman umum khusus warga Tionghoa di daerah Kuningan.

Menurut informasi awal yang didapat, nama yang meninggal adalah almh Lim Pan Siok lahir pada tahun 1918, dan ketika meninggal Selasa (12/05/2015), menurut kalender Tiongkok dia telah berusia 101 tahun.
Berikut hasil wawancara kami dengan beberapa anggota keluarga mengenai perjalan hidup seorang Lim Pan Siok dalam mengarungi kehidupan di dunia selama 101 tahun.

Seorang wanita terutama seorang ibu selalu menjadi inspirasi bagi anak-anaknya. Perjuangan seorang ibu sungguh luar biasa, mulai dari mengandung, menyusui dan mendidiknya hingga dewasa. Bahkan tidak jarang seorang ibu yang ikut berkerja demi memenuhi segala kebutuhan anak-anaknya.

Seperti wanita yang satu ini, seorang wanita keturunan asli Tionghoa yang tangguh dan sanggup mengantarkan ke delapan anaknya menuju gerbang kesuksesan.

Wanita ini bernama asli Lim Pan Siok, kelahiran Tiongkok yang merantau ke Indonesia karena dijodohkan dengan suami keturunan Tionghoa namun sudah kelahiran Indonesia. Atas bujukan dari bibinya yang mengatakan tanah Jawa adalah “SURGA” dan yang paling menguatkan tekadnya untuk merantau adalah demi membantu keluarganya terutama orang tuanya yang hidup sangat sederhana di Tiongkok.

Awal kedatangan Lim Pan Siok ke Indonesia ketika beliau masih berusia 17 tahun terobsesi karena ingin membantu keluarganya. Dia melihat kakaknya yang merantau ke Filipina dan menikah disana dapat mengirimkan uang ke keluarganya di Tiongkok.

Dan ketika dia bersedia di jodohkan dengan seorang lelaki dari negeri “SURGA” itu, dia berangan angan dengan merantau ke Indonesia diapun bisa mengirimkan uang ke keluarganya di Tiongkok.

Alm.Poey Hok Tiong (P H Tiong) muda

Suaminya yang bernama Poey Hok Tiong (disingkat PH Tiong) adalah pemuda keturunan Tionghoa yang lahir di Indonesia. Ayah dari PH Tiong yang bernama PK Lo adalah keturunan Tionghoa yang merantau dari Tiongkok ke daerah Walahar Kuningan Jawa Barat. Pada saat merantau sang ayah baru berumur 20 tahun dan sudah menikah dengan wanita asli Tiongkok. Namun ketika di Walahar, dia menikah lagi dengan wanita keturunan Tionghoa dan mempunyai 4 anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan yang salah satu anak lakinya yaitu PH Tiong menjadi suami Lim Pan Siok

P K Lo Sang ayah dari suami Lim Pan Siok adalah seorang pedagang kain, bahkan dia sempat memiliki toko untuk mengembangkan usahanya. Namun usahanya menjadi bangkrut karena ulah seorang pegawainya yang sama-sama merantau dari Kampung di Tiongkok. Ketika pegawai tersebut pulang ke Tiongkok dia mengambil semua uang di toko dan tidak kembali lagi.

Akhirnya P K Lo sang ayah beralih usaha ke pembuatan minyak kacang tanah dan minyak sereh, ketika istri keduanya yang di Walahar meninggal waktu melahirkan anak yang terakhir maka dia lalu membawa istrinya yang di Tiongkok untuk tinggal bersamanya di Walahar dengan membawa satu anak angkat.

Foto Keluarga besar P K Lo, ayah dari suami Lim Pan Siok

Di usia ke 20 tahun sang anak yang bernama P H Tiong suami dari Lim Pan Siok, kembali ke Tiongkok dan menikah disana dengan Lim Pan Siok yang ketika itu berusia 17 tahun. Setelah menikah Lim Pan Siok diboyong oleh suaminya ke tanah Jawa yang merupakan tanah impian dan kampung halam suaminya Desa Walahar. Namun Lim Pan Siok sangat kecewa, karena setelah menempuh perjalanan naik kapal puluhan hari dan dilanjutkan dengan naik andong berhari hari, ternyata “SURGA” yang dibayangkan sangatlah berbeda. Walahar hanya kampung kecil dan wajah orang dijumpai serta bahasa sangat beda sama sekali dengan kampung halaman di Tiongkok, disinilah perjuangan hidup Lim Pan Siok di mulai. Dengan kesabarannya dia mampu mendampingi suami di kala susah dan senang, bahkan dikala suaminya bangkrut dia tetap setia menemani. Dan ketika kehidupan sudah mulai membaik, suami kesayangannya meninggal dunia karena sakit lever di tahun 1966. Namun dia tetap mampu tegar dan terus berjuang untuk bisa menghidupi kedelapan anaknya.

Silahkan baca cerita berikutnya bagaimana perjuangan Lim Pan Siok ketika usahanya bangkrut …..

Below Article Banner Area

Baca Juga

Ucapan-Selamat-Tahun-Baru-Islam

BBM dan SMS Kata-Kata Mutiara Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 2015 1 Muharram 1437 H

Besok umat islam akan merayakan tahun baru Hijriyah dimana 1 Muharram 1437H jatuh pada hari ...