Home / Berita / Nasional / Wapres JK Buka Suara : Novanto Harus Mundur Sesuai Keputusan Mayoritas Anggota MKD

Wapres JK Buka Suara : Novanto Harus Mundur Sesuai Keputusan Mayoritas Anggota MKD

JK-1

Sebanyak 9 dari 17 anggota Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR menyatakan kalau Ketua DPR Setya Novanto melakukan pelanggaran sedang dan meminta politisi Golkar itu mundur dari jabatan Ketua DPR. Walau belum dikeluarkan putusan, Wakil Presiden Jusuf Kalla yakin akan ada sanksi yang diberikan dan harus dijalani Novanto.

“Sudah bisa diyakini bahwa keputusannya adalah memberi sanksi. Kan sudah lewat 11 orang anggota MKD kan (yang membacakan keputusan)? Pastilah itu,” ujar JK  di kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (16/12) seperti dilansir sebuah media online.

Kelima belas anggota MKD yang telah membacakan pernyataan tersebut menyatakan Setya Novanto melanggar etika. Hanya saja, dengan pernyataan berbeda antara sanksi sedang dan berat.

Mayoritas memberi sanksi sedang sehingga Novanto bisa langsung dicopot dari jabatan. Sedangkan ada juga yang menyatakan pelanggaran politikus Golkar itu sanksi berat, layak dicopot namun harus melalui mekanisme panel.

“Ya harus mundur. Ini kan keputusan, bukan mengimbau. Ini keputusan Mahkamah namanya. Ya begitu memutuskan, (putusan) mahkamah jatuh. Undang-undangnya begitu kan aturannya,” jelasnya.

Apa pun itu, kata JK, Novanto mundur untuk melaksanakan keputusan MKD.

“Karena keputusan MKD itu mengikat bukan hanya mengimbau. Itu mengikat. Mahkamah itu pakai toga, masa toga tidak memutuskan? Yang mulia lagi kan,” lanjutnya.

Mengenai pembentukan panel yang diusulkan politisi Golkar, menurut JK sudah tidak perlu dilakukan jika sudah ada keputusan bulat dari MKD.

“Panel itu hanya menentukan gradasinya. Sebenarnya dengan sudah memutuskan, buat apa ada panel lagi kan? Kan semua sudah menyatakan sanksinya. Jadi menurut saya buat apa ada panel lagi?” tegas JK.

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...