Home / Berita / Nasional / Wapres JK : Koruptor Banyak dihukum, Indonesia Jagonya Penjarakan Orang

Wapres JK : Koruptor Banyak dihukum, Indonesia Jagonya Penjarakan Orang

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) menyimak laporan Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang juga Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada acara pertemuan dengan gubernur seluruh Indonesia di Istana Bogor, Jabar, Senin (24/11). Pertemuan tersebut guna membahas agenda pembangunan Indonesia ke depan guna meningkatkan interkoneksi wilayah-wilayah di nusantara. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/Rei/nz/14.

Korupsi adalah salah satu penyakit masyarakat yang perlu diberantas. Memang sih tidak bisa benar-benar habis korupsi, sebab ada saja setiap waktu yang melakukannya. Sudah banyak para koruptor di tanah air yang dihukum oleh penegak hukum baik itu kepolisian, kejaksaan maupun KPK.

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, tidak ada negara di dunia yang menghukum koruptor sehebat Indonesia.

“Indonesia jagonya memenjarakan orang,” ujar JK ketika menghadiri simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI), di Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, Minggu (9/8).

Ditambahkan olehnya, selama sepuluh tahun terakhir, ada sepuluh menteri yang masuk penjara lantaran kasus korupsi. Kemudian ada juga 19 gubernur, dua gubernur Bank Indonesia, 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat, beberapa jenderal, dan empat ketua umum partai politik.

“Tak ada di dunia yang seperti itu,” ungkap JK.

Karena itu, JK menganggap kalau korupsi di Indonesia menurun.

“Hanya isunya yang terkadang banyak karena derasnya pemberitaan media,” jesalnya.

Menurut dia, semua proses hukum itu membuat para pejabat takut membuat kebijakan. “Ini yang ingin kami ubah,” katanya.

 

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...