Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Wapres JK Minta Maaf, Soal Apa Ya?

Wapres JK Minta Maaf, Soal Apa Ya?

jk3394

 

Peraturan yang kerap berbeda antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, seringkali membuat sejumlah investor kebingungan untuk menanamkan modal mereka di daerah.  Aturan yang tidak sejalan itu menjadikan investor harus dua kali melakukan perizinan untuk bekontribusi meningkatkan perekonomian suatu daerah.

“Saya harus mengatakan maaf, dengan adanya otonomi daerah yang sering ada tumpang tindih antara kebijakan antara pusat dan daerah,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara Indonesia Summit, Kamis (25/2) seperti dilansir sebuah media online.

Walau demikian, permasalahan ini tak menjadikan investor mundur dalam menanamkan modal mereka. Karena hak tersebut terus diharmonisasikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pusat dan BKPM di daerah. Penyesuaian ini dilakukan agar tumpang tindih yang terjadi bisa diatasi guna meningkatkan daya tarik investasi.

‎Indonesia, kata Wapres JK, saat ini sedang memfokuskan pengembangan sektor agrikultur atau pertanian. Indonesia yang memiliki lahan pertanian cukup besar dianggap masih minim dalam hal produksi. Untuk meningkatkan produktivitas ini, pemerintah Indonesia masih membutuhkan dukungan pihak swasta, termasuk investor.

Dengan adanya revisi daftar negatif investasi (DNI), pemerintah mencoba memotong banyak aturan dan membuka banyak kesempatan bagi investor untuk terlibat.

“Kami menciptakan regulasi‎ yang lebih sederhana,” ujar JK.

Ditambahkan pula, pekerjaan rumah pemerintah saat ini adalah mengharmonisasikan kebijakan pemerintah ke pasar dan masyarakat untuk menstabilkan situasi.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...