Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Warga Desa Ini Bisa Meninggal Dunia jika Terkena Sinar Matahari

Warga Desa Ini Bisa Meninggal Dunia jika Terkena Sinar Matahari

Di siang hari warga Desa Araras hanya berdiam di dalam rumah agar tidak terkena sinar matahari,
Di siang hari warga Desa Araras hanya berdiam di dalam rumah agar tidak terkena sinar matahari,

Sebanyak 75 persen penduduk di Desa Araras di negara bagian Sao Paolo, Brazil menderita penyakit aneh, yaitu tidak boleh terkena sinar matahari.  Itu sebabnya di siang hari, desa ini bagaikan kota hantu karena masyarakatnya enggan keluar rumah. Kalaupun terpaksa keluar, mereka harus menggunakan payung yang lebar atau penutup yang membalut seluruh tubuh sehingga kulit mereka tidak terkena sinar matahari.

Pasalnya,   sebagian besar penduduk di desa itu menderita Xeroderma Pigmentosum (XP), yaitu sejenis penyakit kulit akut, yang kalau terkena sinar matahari, kulit itu akan terkelupas dan tak bisa pulih dari kerusakan. Jika terkena sinar matahari dalam waktu lama, bisa-bisa mereka tewas terpanggang.

Dilansir Daily Mail, dari 800 orang penduduk desa itu, 600 terkena XP. Sebanyak 20 orang, menunjukkan gejala kulit merekah dan rentan terkena kanker kulit agresif. Di antaranya penduduk yang terkena ini adalah Djalma Jardin. Wajahnya rusak dan satu kelopak matanya tak bisa menutup akibat menderita kelainan gen ini. Bahkan saat tidur Jardin harus menggunakan plaster demi melindungi mata. Ia lebih banyak berada di dalam rumah.

warga Desa Araras penderita Xeroderma Pigmentosum dengan wajah yang melepuh jika terkena sinar matahari
warga Desa Araras penderita Xeroderma Pigmentosum dengan wajah yang melepuh jika terkena sinar matahari

“Jika saya keluar rumah, saya merasakan sinar matahari langsung membakar saya. Saya pergi tidur dan bangun esok harinya, ada bintik kecil. Dalam beberapa hari berikutnya bintik itu makin membesar dengan cepat. Seperti yang terdapat di mata saya, tidak pernah berhenti membesar. Penyakit ini mengerikan,” katanya.

Kondisi Jardin terus memburuk membuat kehidupan jadi sulit. Keluarganya sudah pernah kehilangan anggota karena penyakit ini. Saudara laki-laki dan perempuannya, Claudia, juga terbukti mengidap kondisi tersebut.

Penduduk lain, seorang peternak sapi perah, Deide, juga mengalami hal serupa. Ia kehilangan wajah karena kondisi yang tak ada obatnya ini.

pengobatan untuk penderita Xeroderma Pigmentosum
pengobatan untuk penderita Xeroderma Pigmentosum

“Saya sudah pernah operasi untuk mengangkat langit-langit dan tulang rahang kanan. Tanpa prosthesis, saya tak akan bisa berbicara,” sebutnya.

Pemilik sebuah toko, Gleice Machado, sangat ingin mencari tahu apa yang menyebabkan epidemik itu. Keinginan tumbuh setelah melihat banyaknya penduduk desa yang datang ke tempatnya.

“Saya tak tahu penyakit apa itu dan mengapa wajah mereka rusak. Beberapa orang percaya itu adalah penyakit yang ditularkan secara seksual. Yang lainnya mengatakan percaya ini adalah hukuman dari tuhan,” katanya.

Ahli biologi genetik dr Carlos Menck mengatakan telah mengunjungi desa itu dan mencoba mengidentifikas mutasi genetik yang melanda pasien. “Hingga beberapa waktu lalu, orang-orang percaya ini adalah penyakit menular. Tapi ini sebenarnya penyakit turun temurun,” katanya.

Setelah melakukan tes pada seluruh penduduk desa, dr Menck dan timnya menemukan 600 dari 800 penduduk desa membawa gen resesif XP. Hal ini bisa dilacak beberapa generasi hingga ke keluarga tiga penduduk asal Portugis.

pasien Xeroderma Pigmentosum di rumah sakit
pasien Xeroderma Pigmentosum di rumah sakit

Ahli dermatologist Sulamita Chaibub menyebutkan di Araras terdapat konsentrasi gen yang cacat di antara penduduk desa. Konsentrasi ini muncul karena kecenderungan penduduk desa yang menikah antara mereka satu sama lain.

Deide, salah seorang penderita Xeroderma Pigmentosum
Deide, salah seorang penderita Xeroderma Pigmentosum

 

Belum ada obat untuk penyakit bawaan seperti XP. Namun para dokter sudah mewanti-wanti pada penduduk desa agar tak banyak beraktifitas di luar rumah. Harapannya, dengan begitu dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa. – Dailymail.co.uk/Tribun

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...