Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Warga Luwu Timur diresahkan ‘Kolor Ijo’ yang Bidik Organ Vital Wanita, Korban Sudah 30 Orang

Warga Luwu Timur diresahkan ‘Kolor Ijo’ yang Bidik Organ Vital Wanita, Korban Sudah 30 Orang

20140804_031657_ilustrasi-pemerkosaan

Saat ini warga Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dibuat resah oleh kejahatan misterius yang disebutnya ‘kolor ijo’. Untuk itu, Kepolisian Resor Luwu Timur membentuk tim khusus guna mengungkap kasus tersebut.

“Meresahkan warga karena sasarannya perempuan dengan menusuk alat kelamin,” ujar Wakil Kepala Polres Luwu Timur Komisaris Agung Kaerul.

Tim khusus tersebut, terdiri atas anggota satuan reserse kriminal tingkat polres hingga polsek. Tim ini bertugas menyelidiki pelaku dan motif menikam alat kelamin perempuan karena pelaku tidak mengambil barang berharga korban.

Menurut penuturan Agung, tim khusus dibentuk karena polisi tak kunjung bisa menangkap pelaku yang diduga menggunakan ilmu hitam. “Susah ditangkap karena tiba-tiba menghilang,” katanya.

Sementara itu Kepala Polres Luwu Timur Ajun Komisaris Besar Rio Indra Lesmana menuturkan kalau pelaku bukanlah “kolor ijo”. Jika ditelusuri dari modus operandinya, pelaku diduga sedang memperdalam ilmu hitam.

“Bisa saja syaratnya adalah menikam alat kelamin perempuan dalam jumlah tertentu, mulai anak-anak sampai dewasa,” ujar Rio.

Korban ‘kolor ijo’ hingga pekan ini tercatat ada empat perempuan warga Desa Tarengge, Kecamatan Wotu, yakni Mas (37), YU (33), Ra (34), dan AS (32). Mereka masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah I La Galigo, Wotu. Tiga di antaranya harus dioperasi karena luka serius.

Menurut Direktur RSUD I La Galigo Rosmini Pandin,”Dilihat dari luka para korban, pelaku diduga menggunakan senjata tajam. Luka tikam pada alat kelaminnya cukup serius.”

RSUD sendiri telah mencatat sejak Januari 2015, jumlah korban sudah mencapai 30 orang. Mereka terdiri atas anak-anak, remaja, hingga perempuan dewasa.

“Ini ancaman serius yang membuat kita tidak tenang,” ungkap Rosmini.

Ra, salah seorang korban, mengaku ditikam alat kelaminnya saat tertidur pulas bersama suaminya. Dirinya baru tersadar ketika merasakan sakit pada alat kelaminnya. Suaminya yang berada di sampingnya tidak berdaya dan seperti terhipnotis.

“Kami sempat melihat bayangan orangnya, tapi tidak melihat wajahnya karena gelap,” ungkap Ra.

Lain lagi peristiwa yang dialami Nu, 18 tahun. Pada awal April lalu, dirinya menjadi korban. Siswi SMKN Tomoni itu juga harus menjalani perawatan di RSUD I La Galigo. Dirinya mengaku kalau bukan hanya alat kelaminnya yang ditusuk, telepon seluler dan uangnya juga digondol.

Kemudian juga tercatat pekan terakhir Mei silam, dua orang warga Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, yang menjadi korban. Mereka Nr (12) dan Ht (35). Nr yang masih duduk di bangku sekolah dasar ditusuk alat kelaminnya sekitar pukul 02.00. Berselang dua jam kemudian, yakni pukul 04.00 Wita, kejadian serupa menimpa Ht. Kedua korban yang rumahnya berdekatan itu kemudian dioperasi di RSUD I La Galigo.

Tag :

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...