Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Warga Sipil Tidak dilarang Ikut Pesawat Hercules

Warga Sipil Tidak dilarang Ikut Pesawat Hercules

pemulangan jenazah korban pesawat hercules 2

Adanya warga sipil yang ikut dalam pesawat Hercules menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak mempermasalahkan. Seperti warga sipil naik pesawat Hercules C-130 bernomor registrasi A-1310 yang jatuh di Medan pada Selasa (30/6). Menurut JK, keberadaan sipil di pesawat TNI sebagai bentuk civic mission atau misi kewarganegaraan.

“‎Itu mungkin dalam rangka civic missions kan sambil lalu, kan tidak khusus ini daripada kosong, rombongan ke Natuna jauh-jauh ikutlah. Jadi lihatlah itu sebagai sumbangan, partisipasi TNI untuk rakyat yang sulit,” ungkap JK.

Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Menurutnya, warga sipil memang tidak dilarang ikut dalam pesawat milik TNI AU tersebut.

“Kalau mau ikut boleh saja. Dari dulu begitu. Tidak apa-apa, dengan rakyat harus sama-sama. Naik-naik tank itu tidak apa-apa kan,” ujar Ryamizard, di Mako Brimob Polri.

Sementara itu Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq menuturkan kondisi pesawat Hercules yang jatuh di Medan sudah sangat tua. Dirinya pun tidak mempermasalahkan jika Hercules digunakan untuk mengakut penumpang sipil.

“Hercules memang sering digunakan untuk fungsi-fungsi yang beragam. Bukan sekedar angkutan pasukan, logistik, tapi juga dimanfaatkan untuk angkut warga sipil. Khususnya keluarga TNI. Saya bisa memahami di satu sisi, dari segi aspek keekonomisan, sehingga para keluarga TNI gunakan pesawat angkut Hercules,” ungkap Mahfudz.

Meski demikian, Mahfudz meminta perlu ada aturan jelas jika memang ingin mengangkut penumpang.

“TNI harus punya SOP yang baku dalam mengangkut warga sipil dengan pesawat angkut militer. Tapi kalau ada kebutuhan semacam itu, sebenarnya bisa menggunakan CN 239,” tuturnya.

Pesawat Hercules yang jatuh di Medan merupakan pesawat buatan tahun 1960-an itu, hendak menuju Kepulauan Natuna untuk menjalankan misi Penerbangan Angkutan Udara Militer (PAUM), yakni pengiriman logistik.

Pesawat yang dipiloti Kapten Penerbang Sandy Permana itu sempat menghubungi menara Air Traffic Control (ATC) 2 menit usai take off dan menginformasikan telah terjadi kerusakan. Saat itu, pilot juga meminta untuk return to base (RTB) ke Lanud Suwondo. Belum sempat dibalas, ATC sudah kehilangan kontak. Pesawat kemudian diketahui jatuh di pemukiman warga di Jalan Jamin Ginting, Medan.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...