Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Website Kementerian Susi dipantau AS Hingga Israel

Website Kementerian Susi dipantau AS Hingga Israel

kkp21

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti memang salah satu bintangnya dalam Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kebijakan dan kinerjanya selalu menjadi sorotan masyarakat bukan hanya di Indonesia, tapi juga dunia.

‘Kebintangan’ Susi, nampaknya berpengaruh juga terhadap kementerian yang dipimpinnya. Salah satu aspek yang menjadi perhatiannya adalah situs berbahasa Indonesia www.kkp.go.id. Website resmi Kementerian KKP ini, banyak mengundang perhatian pengunjung internet di berbagai penjuru dunia.

Bukan tanpa alasan bila mereka mengakses website kementerian KKP. Badan Pengembangan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Achmad Subijakto menuturkan,”Kinerja KKP kini bisa diakses oleh siapa pun melalui website, termasuk dunia internasional.”

Di situs tersebut banyak aplikasi untuk perizinan, regulasi, sertifikasi, dan pengaduan masyarakat.

Bahkan, kata Ahmad, yang terbaru adalah inovasi dari kementeriannya, sistem pemantauan kapal perikanan. Informasi-informasi ini ternyata menarik para pengunjung internet dari berbagai negara.

Ribuan orang tidak hanya dari dalam negeri tapi luar negeri pun mengaksesnya. “Situs KKP diakses 4.000 orang sehari. Negara kedua pengakses terbesar web kita, ternyata Amerika Serikat (AS) kemudian Israel. Banyak yang bisa diambil karena kita pakai aplikasi-aplikasi yang menarik, harus hati-hati juga rupanya,” ungkap Achmad di acara seminar soal Kemaritiman, di Kemenhub, Jakarta, Senin (18/5)

Dari data flag counter yang diambil dari situs Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terdapat berbagai pengunjung dari 120 negara yang mengunjungi situs ini.

Untuk hari ini saja, hari Senin (18/5/2015), pengunjung dari Indonesia masih yang teratas mencapai 111.000 pengunjung lebih atau sekitar 84%. Selanjutnya disusul oleh AS 8,4%, Uni Eropa 2,5%, Singapura 0,5%, Australia 0,4%, China 0,4%, Malaysia 0,3%, Japan 0,3%, Inggris 0,3%, Israel 0,3%, Belanda 0,2%, Prancis 0,2%, India 0,1%, Jerman 0,1%, dan negara lainnya.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...