Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / WNI yang Disandera Bertambah, Filipina Diminta Jangan Ngeyel!

WNI yang Disandera Bertambah, Filipina Diminta Jangan Ngeyel!

Meski WNI yang disandera bertambah jadi 14 orang, namun hingga kini Filipina masih tak mengizinkan militer Indonesia masuk untuk membebaskan WNI yang di sandera.

WNI yang Disandera Bertambah, Filipina Diminta Jangan Ngeyel!

Pemerintah Filipina seharusnya mengizinkan pasukan Indonesia membantu upaya pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. Pasalnya hingga lebih dari dua minggu, upaya pembebasan belum juga membuahkan hasil.

Terlebih saat ini jumlah WNI yang disandera bertambah 4, menjadi 14 orang. Sebagai negara sahabat, sebenarnya wajar jika kedua negara saling membantu. Filipina membantu menyelamatkan sandera WNI dan Indonesia membantu menghadapi pemberontak Abu Sayyaf.

Sayangnya konstitusi Filipina 1987 menyebutkan pangkalan militer, pasukan, dan fasilitas militer asing tak diperbolehkan berada di Filipina. Namun dalam konteks hukum internasional, sebenarnya sikap pemerintah Filipina tersebut masih bisa dinegosiasikan.

Setidaknya ada tiga hal yang bisa dijadikan alasan pelibatan Indonesia dalam pembebasan sandera. Pertama adalah kawasan hutan Tipo Tipo Basilan memang secara de facto dikuasai oleh kelompok Abu Sayyaf sehingga pengiriman pasukan Indonesia dapat disamakan dengan pengiriman ke daerah yang tidak ada kekuasaan seperti halnya Somalia.

Alasan kedua secara prinsip kehadiran pasukan Indonesia adalah justru untuk membantu pemerintah dan negara Filipina menghadapi pemberontak separatis yang mengganggu keamanan. Sehingga pasukan Indonesia hadir di Filipina bukanlah sebagai musuh tetapi justru sebagai sahabat.

Alasan ketiga secara teknis pasukan Indonesia akan berkoordinasi dengan militer Filipina dengan batasan waktu dan wilayah operasi yang sepesifik. Keterbukaan Filipina juga dirasa perlu oleh Anggota Komisi III DPR, Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen Senayan (Kamis, 14/4/2016).

“Kami berharap dalam waktu dekat ada perubahan sikap yang signifikan dari pemeritah Filipina karena waktu terus berjalan dan ancaman keselamatan bagi sandera kian hari kian besar. Kasus penyanderaan 10 WNI oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina tidak boleh dianggap sepele” ungkap Sufmi Dasco.

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...