Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Dunia / Woow, Sebagian Besar Warga Australia Tak Boikot Indonesia

Woow, Sebagian Besar Warga Australia Tak Boikot Indonesia

australia-indonesia-flag0

Pasca dilakukannya eksekusi hukuman mati terhadap Myuran Sukumaran dan Andrew Chan memang berujung ketidakharmonisan hubungan kedua negara. Ini dibuktikan dengan ditariknya Duta Besar Australia di Jakarta untuk pulang ke negaranya.

Belum lagi ada isu untuk memboikot wisata dan produk-produk Indonesia.

Tapi ada fakta mengejutkan, ternyata berdasarkan survei atau jejak pendapat, sebagian besar warga negara Australia menunjukkan sikap yang sebaliknya.

Dalam jajak pendapat yang digelar pada 1 Mei – 3 Mei lalu oleh Lowy Institute for International Policy melibatkan 1.200 orang.

Jajak pendapat yang digelar itu menunjukkan, hanya 42 persen responden yang setuju dengan langkah penarikan duta besar negeri itu di Indonesia.

Kemudian ada 24 persen responden yang setuju jika Pemerintah Australia menjatuhkan sanksi perdagangan terhadap Indonesia. Langkah yang mendapatkan banyak dukungan adalah protes diplomatik terbatas yang didukung 59 persen responden.

Ketika para responden dihadapkan dengan pilihan durasi perpanjangan penundaan hubungan diplomatik normal dengan Indonesia, 51 persen responden memilih waktu antara 1 bulan-4 bulan dan 34 persen memilih waktu yang lebih panjang.

Terkait dengan proyek-proyek bantuan Australia di Indonesia, sebanyak 28 persen responden yang mendukung penundaan. Sedangkan 27 persen responden setuju dengan penundaan kerja sama militer dan penegakan hukum dengan Indonesia.

Cukup mengejutkan, isu boikot wisata ternyata ada sebanyak 71 persen responden dengan tegas mengatakan bahwa eksekusi duo “Bali Nine” tak akan membuat mereka memboikot perjalanan wisata ke Indonesia atau membeli berbagai produk Indonesia.

Walaupun demikian sebagian besar responden, yaitu 71 persen, masih menyatakan bahwa sebaiknya para terpidana kasus narkotika tidak dihukum mati.

Sedangkan 51 persen responden mengatakan Australia harus berperan aktif untuk mendorong seluruh negara di dunia menghapuskan hukuman mati.

Direktur Lowy Institute, Michael Fullilove mengatakan,”Meski warga Australia menentang hukuman mati untuk terpidana kasus narkotika, sebagian besar mengkhawatirkan langkah keras terhadap Indonesia terkait eksekusi hukuman mati.”

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

permainan-game-di-korea

Bintang Tamu Ini Bercinta di Depan Penonton Saat Siaran Langsung

Sebuah video merekam aksi dua bintang tamu berbaring di lantai di sebuah studio TV saat ...