Home / Berita / Dunia / Woow…Gelandangan satu Ini Dapat Rejeki Nomplok Sebesar Rp 1,2 Miliar, Ini Penyebabnya

Woow…Gelandangan satu Ini Dapat Rejeki Nomplok Sebesar Rp 1,2 Miliar, Ini Penyebabnya

matthew_hay_chapman_ap_14

Matthew Hay-Chapman mungkin saja salah satu manusia paling berbahagia pada pekan ini. Apa sebabnya?

Ya, dia memperoleh rezeki nomplok sebesar USD 100 ribu (setara Rp 1,29 miliar) dari Kepolisian Orange County, San Fransisco, Amerika Serikat.

Pria tunawisma yang sehari-hari menggelandang di halaman supermarket ini ternyata berhasil membantu polisi menangkap buronan berbahaya.

Seperti dilaporkan surat kabar the Guardian, Jumat (18/3), cerita berawal ketika Hossein Nayeri, Jonathan Tieu, dan Bac Duong kabur dari Penjara Santa Ana pada awal tahun ini. Mereka bertiga adalah tahanan kelas menengah, sehingga polisi bergegas menggelar perburuan massal.

Namun siapa sangka, orang yang membaca teliti pengumuman polisi adalah Matthew Hay-Chapman. Gelandangan ini pernah menemukan selebaran meminta siapapun memberi info soal para buronan.

Lalu pada 28 Januari silam, Chapman melihat sosok mirip Nayeri dan Tieu parkir di supermarket tempatnya biasa bermalam setelah mencari kopi. Keduanya mengendarai mobil van curian. Tak butuh waktu lama, setelah yang dia buntuti memang buronan, Chapman melapor ke kantor polisi terdekat.

Laporan sang tunawisma ini sangat akurat, mencakup nomor plat mobil curian, lokasi mereka sembunyi, serta daerah terakhir mereka bermalam.

Alhasil, keesokan harinya polisi bisa langsung mencokok dua tahanan itu. Bac Duong, pelarian nomor tiga, ditangkap kembali berselang sehari kemudian.

Sementara itu Jean Pasco, juru bicara Dewan pengawas Kepolisian Orange County, mengapresiasi bantuan Chapman. Ketiga narapidana itu ternyata memiliki nilai buruan USD 150 ribu.

“Chapman kami nilai pantas mendapat bagian terbesar,” ujar Pasco.

 

 

 

Baca Juga

Laba Bukit Asam Melonjak 250% Jadi Rp 2,6 Triliun

Jakarta – PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk mengumumkan kinerja keuangan per 30 September ...