Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Woow…Perempuan Indonesia dipercaya Akan Pidato di Konvensi Partai Demokrat AS, Siapa dia?

Woow…Perempuan Indonesia dipercaya Akan Pidato di Konvensi Partai Demokrat AS, Siapa dia?

Ima Matul Maisaroh

Ima Matul Maisaroh (33), perempuan Indonesia asal Godanglegi, Malang, direncanakan akan pidato di Konvensi Nasional Partai Demokrat Amerika Serikat (AS). Ima akan pidato soal pengalamannya sebagai korban perbudakan manusia.

Ima bakal jadi pembicara di depan ribuan orang bersama belasan senator bergengsi AS di panggung utama Stadion Wells Fargo, Philadelphia, Pennsylvania, pada Selasa (26/7) besok.

”Surat undangan resmi yang dikirim Komite Nasional Partai Demokrat baru saja saya terima Sabtu sore,”  ujar Ima.

Pada konvensi tersebut, Partai Demokrat AS secara resmi akan memilih Hillary Rodham Clinton sebagai calon presiden dan Senator Tim Kaine sebagai calon wakil presiden AS untuk Pemilu Presiden AS November 2016.

“Selain menyampaikan pidato mengenai pengalaman saya sebagai korban perbudakan manusia, saya juga menyampaikan program-program penanggulangan perbudakan dan perdagangan manusia yang telah dilakukan Hillary Clinton,” jelas Ima, seperti dilansir Indonesian Lantern.

Kenapa Ima diundang untuk pidato?

Itu karena sejumlah jabatannya yang tidak main-main. Wanita lulusan Madrasah Tsyanawiyah di Gondanglegi, Malang itu, jadi salah satu anggota Dewan Penasihat Perdagangan Manusia Presiden Barrack Obama.

Ima diminta memberi saran dan masukan kepada Presiden Obama untuk memberantas perdagangan manusia. Ada 40 ribu sampai 45 ribu menjadi korban perdagangan manusia di AS. Bersama tiga anggota lainnya, Ima dipercaya menangani dua dari lima masalah utama.
 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...