Home / Tekno / Internet / Wow, Kuli Panggul Asal Makassar Raup Ribuan Dollar dari Aplikasi Android

Wow, Kuli Panggul Asal Makassar Raup Ribuan Dollar dari Aplikasi Android

Wow, Kuil Panggul Asal Makassar Raup Ribuan Dollar dari Aplikasi Android

Jangan meremehkan teknologi, setidaknya itu yang tercermin dari kisah Henry Jufri. Meski hanya seorang kuli panggul di Makassar, namun dirinya mampu mendapatkan penghasilan dari Google Play sebanyak US$ 1.200 atau Rp 16 juta dari aplikasi game yang ia ciptakan.

Baca Juga:

Bagaimana cara Henry Jufri mendapatkan uang dari Aplikasi Android?

Pria lulusan kelas 4 sekolah dasar itu, kini ramai diperbincangkan di dunia maya. Keberhasilannya mendapat penghasilan US$ 1.200 atau sekira Rp 16,8 juta dari Google, mengundang decak kagum. Ayah dua anak ini rupanya pandai membuat berbagai aplikasi telepon pintar.

Aplikasi tersebut kemudian dia unggah di Google Play, distributor produk digital yang dimiliki mesin pencari terkenal itu. Tanpa disangka, aplikasi bikinan Henry ternyata populer dan diunduh banyak orang. Dari situlah pria 32 tahun itu kemudian dikirimi pembagian hasil dari Google sebesar US$ 1.200.

Tapi apa yang didapat Henry untuk menjadi pengembang aplikasi tidak semudah membalikan telapak tangan. Awalnya dia bahkan tak memiliki barang satu unit komputer pun. Henry lantas membeli sebuah laptop bekas seharga Rp 800 ribu. Namun laptop itu tidak memiliki spesifikasi yang cukup untuk membuat aplikasi game yang lebih canggih.

Laptop tersebut hanya dilengkapi perangkat Random Acces Memory (RAM) sebesar 1 gigabita. Padahal untuk membuat game, sebuah komputer setidaknya harus memiliki RAM minimal sebesar 2 gigabita. Dia pun harus meminjam uang dari keluarga Rp 2,7 juta. Uang tersebut yang kemudian dipakainya membeli laptop yang lebih canggih dengan kapasitas jempolan.

Meski sukses dengan Aplikasi Android, Henry Jufri tak mau meninggalkan profesi kuli panggul

Henry mengaku paling besar mendapat Rp 2 juta sebagai kuli panggul setiap bulan. Itupun jika beruntun, dan masih kuat berkejaran dengan kuli lain naik-turun kapal mendapat barang. Penghasilannya memang tidak menentu, bisa Rp 20 ribu atau Rp 100 ribu sekali pikul.

Menurut henry, bekerja sebagai kuli panggul di pelabuhan juga tidak jelas status ketenagakerjaannya. Pasalnya tidak ada kontrak kerja atau status sebagai karyawan perusahaan yang mempekerjakan. Meski mereka diberi seragam dengan nomor-nomor besar di punggung dan dada, tanda-tanda itu hanyalah simbol belaka.

Namun Henry masih enggan meninggalkan profesi sebagai tukang pikul yang sudah 13 tahun dia lakoni. Henry mengaku dia bakal meninggalkan pekerjaan sebagai kuli secara perlahan. Namun semenjak ada penghasilan dari Google Play Store, Henry kini bisa sedikit menahan energi untuk tidak mengejar semua kapal yang masuk ke Pelabuhan Makassar.

Baca Juga

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi Prabowo

“Jadi kenapa yang dipermasalahkan demonstran?” kata Prabowo, Selasa (1/11/2016). Prabowo Subianto memberikan komentar terkait rencana aksi ...