Home / Berita / Ibu Kota / YLKI Buka Suara : Simpang Susun Semanggi Kontraproduktif Bagi Lalu Lintas di Jakarta

YLKI Buka Suara : Simpang Susun Semanggi Kontraproduktif Bagi Lalu Lintas di Jakarta

simpang-susun-semanggi767

 

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kalau rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun simpang susun Semanggi hanya akan memicu dan melahirkan kemacetan baru bila tidak diikuti dengan kebijakan untuk mengurangi jumlah kendaraan di jalan raya.

“Pembangunan fly over dan underpass akan selalu terbentur dengan rasio luas jalan dan rasio pertumbuhan penggunaan kendaraan bermotor pribadi tidak seimbang,” ujar Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi melalui surat elektronik di Jakarta, Sabtu (9/4) seperti dilansir Antara.

Dalam jangka pendek, sambungnya, simpang susun Semanggi akan berhasil mengurai kemacetan di sekitar kawasan tersebut, terutama dari arah Gatot Subroto, Slipi, dan Sudirman. Tetapi, dia menilai hal itu tidak akan lebih dari 1 tahun.

Menurut Tulus, pembangunan jalan layang, “underpass” dan jalan baru lebih merupakan “karpet merah” bagi warga Jakarta untuk memiliki dan menggunakan kendaraan bermotor pribadi untuk menunjang mobilitasnya.

Oleh karena itu, Tulus menilai pembangunan simpang susun Semanggi adalah hal yang kontraproduktif bagi lalu lintas di Jakarta. Apalagi, dari sisi tata-ruang, simpang susun Semanggi akan memperburuk tata ruang di sekitar Semanggi.

Tulus pun menyarankan supaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lebih menggunakan pendekatan disinsentif bagi pengguna kendaraan pribadi, seperti pemberlakuan jalan berbayar elektronik (ERP) untuk mengatasi kemacetan.

 

 

Baca Juga

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...