Home / Berita / Nasional / Yusril Ihza Mahendra Mundur Sebagai Pengacara RJ Lino, Ini Penyebabnya

Yusril Ihza Mahendra Mundur Sebagai Pengacara RJ Lino, Ini Penyebabnya

yusril

Pengacara Yusril Ihza Mahendra menyatakan mundur sebagai pengacara mantan Dirut Pelindo II, RJ Lino. Yusril mengaku keberatan karena Lino tidak memakai uang pribadi untuk membayar jasa lawyer, melainkan menggunakan uang perusahaan.

“Walaupun telah ada pembicaraan lisan antara RJ Lino dengan Izha-Ihza Law Firm namun pihak kami menyatakan keberatan jika biaya penanganan terhadap perkara ini dibebankan kepada perusahaan. Masalah ini bagi kami menjadi kontroversi sebab pernyataan sebagai tersangka kepada RJ Lino adalah atas nama pribadi, bukan dalam jabatannya sebagai Dirut Pelindo II,” ujar Yusril dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (23/12).

Yusril sendiri sejak beberapa waktu yang lalu sudah memprediksi Lino akan dicopot dari jabatannya. Menurutnya, tidak etis kalau orang yang sudah dicopot dari jabatannya masih memakai uang perusahaan untuk membayar jasa lawyer.

“Hal ini akan menjadi kontroversi kalau biaya penanganan perkara dibebankan kepada perusahaan,” terang Yusril.

Dijelaskan pula olehnya, sebenarnya kantornya belum membuat surat kuasa untuk menangani kasus RJ Lino di KPK. Sehingga, belum ada juga kesepakatan mengenai besaran lawyer fee yang harus dibayarkan.

“Sebenarnya antara Ihza-Ihza Law Firm belum ada penandatanganan kuasa dalam menangani perkara ini. Juga belum ada kontrak mengenai besarnya biaya penanganan perkara serta sumber pembiayaannya. Dengan demikian belum ada ikatan kerja sama resmi dalam penanganan perkara antara kedua pihak,” ungkap Yusril.

Dengan sejumlah alasan itu, Yusril menganggap tidak benar bila kantornya menangani perkara Lino namun beban pembayaran dibebankan kepada Pelindo II. Sehingga, Yusril menyatakan mundur sebagai pengacara Lino.

“Dengan keberatan ini, maka Ihza-Ihza law firm tidak akan melanjutkan penanganan perkara RJ Lino, Apalagi surat kuasa dan kontrak kerja sama penanganan perkara belum ditandatangani. Jadi kami mundur bukan karena tingginya muatan politik kasus ini. Muatan politik seperti itu adalah biasa dalam menangani perkara dan tantangan bagi advokat profesional,” jelas Yusril.

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...